TIDENG PALE – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tana Tidung terus menggencarkan upaya pencegahan kebakaran dengan turun langsung ke masyarakat, khususnya para pedagang yang menggunakan api dalam aktivitas usahanya.
Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tana Tidung, Saptuyanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilakukan minimal dua kali dalam sebulan.
Sasaran utama kegiatan ini adalah warung makan, pedagang bahan bakar minyak (BBM) eceran, serta lokasi usaha yang memiliki risiko kebakaran.
“Kami lebih mengutamakan pedagang, terutama yang menggunakan api seperti warung makan atau pedagang BBM. Apalagi pada bulan puasa, aktivitas memasak sahur meningkat, jadi kami imbau agar lebih berhati-hati,” ujarnya, Jumat (13/3).
Dalam kegiatan terbaru, tim Damkar melakukan sosialisasi dari kawasan Pelabuhan Lama hingga Jalan Sudirman.
Selain memberikan imbauan secara langsung kepada pedagang, petugas juga memasang stiker berisi nomor telepon darurat Damkar serta pesan singkat terkait bahaya kebakaran.
Menurut Saptuyanto, pemasangan stiker ini bertujuan agar masyarakat lebih mudah menghubungi petugas ketika terjadi keadaan darurat.
“Kadang saat terjadi kebakaran, masyarakat panik dan tidak tahu nomor Damkar. Makanya kami pasang stiker yang berisi nomor telepon dan imbauan terkait kompor gas, BBM, dan potensi bahaya lainnya,” jelasnya.
Stiker tersebut diminta untuk ditempel di tempat yang mudah terlihat oleh masyarakat maupun pengunjung warung.
Dengan begitu, jika terjadi keadaan darurat, siapa pun dapat langsung menghubungi petugas tanpa harus mencari nomor terlebih dahulu.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya merekam kejadian saat terjadi kebakaran, tetapi segera melaporkannya ke petugas.
“Kadang ada yang malah merekam atau mengunggah ke media sosial dulu. Padahal yang paling penting adalah segera menghubungi Damkar agar bisa cepat ditangani,” katanya.
Selain turun langsung ke lapangan, Damkar juga memanfaatkan jaringan desa melalui relawan kebakaran untuk menyebarkan imbauan.
Materi sosialisasi berupa video edukasi tentang pencegahan kebakaran dibagikan melalui grup komunikasi desa agar dapat diteruskan ke masyarakat.
“Kalau tidak turun langsung ke pedagang, kami biasanya ke kantor desa. Dari situ kami titip imbauan atau video agar disebarkan di grup RT dan masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan sosialisasi ini juga disertai inspeksi berkala untuk memastikan stiker yang telah dipasang masih berada di tempatnya. Jika sudah rusak atau lepas, petugas akan menggantinya dengan yang baru.
Saptuyanto menegaskan bahwa bidang pencegahan Damkar memiliki target untuk meminimalkan kejadian kebakaran di wilayah Tana Tidung.
“Target kami tentu seminimal mungkin terjadi kebakaran. Karena itu kami terus melakukan sosialisasi, turun langsung ke masyarakat, dan memberikan edukasi tentang pencegahan,” pungkasnya. (ana)