Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Dinkes Tana Tidung Pastikan Keamanan Pangan MBG, Soal Gizi Tidak Perlu Diragukan

Sophian Hadi • Kamis, 12 Maret 2026 | 14:04 WIB

Kepala Dinkes Tana Tidung H.M.Sarif
Kepala Dinkes Tana Tidung H.M.Sarif

TIDENG PALE – Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Tidung memastikan keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dipantau secara berkala agar makanan yang dikonsumsi penerima manfaat tetap aman dan higienis.

‎Kepala Dinas Kesehatan Tana Tidung, H. M. Sarif, menjelaskan bahwa pihaknya fokus pada pengawasan keamanan pangan, sementara perhitungan kandungan gizi sudah ditangani oleh tenaga ahli gizi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurutnya, komposisi dan nilai gizi dalam menu MBG telah dihitung oleh ahli gizi sehingga tidak perlu diragukan lagi.

“Kalau masalah kandungan gizi, itu sudah dihitung oleh ahli gizi dari teman-teman penyelenggara. Jadi mereka yang lebih paham berapa kebutuhan gizi yang harus dipenuhi,” ujarnya, Kamis (12/3).

‎Ia menambahkan, peran Dinas Kesehatan lebih difokuskan pada pemantauan proses pengolahan makanan, mulai dari kebersihan bahan, cara memasak, hingga pengelolaan limbah.

‎“Yang kami pantau adalah keamanan pangannya, seperti bagaimana proses pengolahannya, kebersihannya, potensi pencemaran bakteri seperti E. coli, sampai bagaimana pengelolaan air limbahnya,” jelasnya.

Dinas Kesehatan juga rutin melakukan pengecekan langsung ke lokasi pengolahan makanan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar kesehatan.

‎Sarif menyebutkan,  tim dari Dinas Kesehatan rutin melakukan kunjungan dan pemeriksaan ke lokasi pengolahan makanan MBG.

“Ini penting untuk memastikan semuanya aman sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti keracunan,” katanya.

Sejauh ini, kata dia, belum ditemukan adanya kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan program tersebut di Tana Tidung.

“Alhamdulillah sampai saat ini belum ada temuan keracunan. Namun jika ada laporan, tentu akan langsung kami tindak lanjuti dengan pemeriksaan,” tegasnya.

Pengawasan ini juga mencakup kondisi lingkungan dapur pengolahan makanan, termasuk kebersihan tempat, sumber air, hingga sistem pembuangan limbah.

Ia menegaskan bahwa pengawasan keamanan pangan merupakan tanggung jawab Dinas Kesehatan untuk memastikan makanan yang dikonsumsi masyarakat benar-benar aman.

“Kalau terkait keamanan pangan dan potensi keracunan, itu memang menjadi tanggung jawab kami di Dinas Kesehatan,” pungkasnya.(ana)

Editor : Sophian Hadi