Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Program Presiden, Kodim 0914 Tana Tidung Dapat Jatah Pembangunan Jembatan Gantung di Buong Baru

Sopian Hadi • Kamis, 12 Maret 2026 | 03:40 WIB

 

Dandim.0914/Tana Tidung Letkol Arm R. Florensius Richarda.
Dandim.0914/Tana Tidung Letkol Arm R. Florensius Richarda.
TIDENG PALE – Pembangunan jembatan gantung di wilayah Kabupaten Tana Tidung direncanakan mulai dikerjakan setelah Hari Raya Idul Fitri.

Program tersebut merupakan bagian dari instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat di daerah.

Komandan Kodim (Dandim) 0914/Tana Tidung R. Florensius Richarda mengatakan, pemerintah daerah sebelumnya mengajukan lima titik pembangunan jembatan gantung kepada pemerintah pusat.

Namun, untuk tahap awal setelah Lebaran, baru satu titik yang akan dikerjakan, yakni di Desa Buong Baru.

‎“Untuk usulan ada lima titik, tapi tahap pertama setelah Lebaran baru satu yang dikerjakan, lokasinya di Buong Baru, dekat kantor desa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lima titik yang diajukan tersebut berada di beberapa wilayah, yakni dua titik di Buong Baru, dua titik di Bebatu, serta satu titik di Tana Lia.

‎Pembangunan jembatan ini akan menggunakan anggaran dari pemerintah pusat.‎

‎ Dalam proses pengerjaannya, kemungkinan akan melibatkan personel Batalyon TP 922/Upun Taka serta dukungan masyarakat setempat.

Menurutnya, jembatan gantung tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal di RT yang terpisah oleh sungai.

‎Selama ini, warga harus memutar cukup jauh untuk menuju pusat desa atau sekolah.

‎“Selama ini anak-anak sekolah yang tinggal di seberang sungai harus memutar sekitar 30 sampai 40 menit. Dengan adanya jembatan ini, waktu tempuh bisa dipangkas menjadi sekitar 10 menit,” jelasnya.

Ia menambahkan, dari hasil peninjauan di lapangan, jembatan yang akan dibangun merupakan jembatan baru karena di lokasi tersebut belum tersedia akses penyeberangan.

‎“Ini benar-benar pembangunan baru, karena di sana belum ada jembatan sama sekali untuk menyeberang,” pungkasnya.

‎Usulan ini merupakan hasil Musrenbang tiap kecamatan ditampung dan diajukan ke pusat.

‎"Usulan ini juga merupakan data dari Kemendagri yang dihimpun dari hasil musrenbang wilayah," tutupnya. (ana)

Editor : Sophian Hadi