Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Antisipasi Kelangkaan LPG dan BBM Selama Libur Lebaran, Disperindagkop Akan Bersurat ke Pertamina

Sopian Hadi • Jumat, 6 Maret 2026 | 06:06 WIB

DIPASTIKAN AMAN: Disperindagkop Tana Tidung akan bersurat ke Pertamina untuk memastikan distribusi LPG dan BBM tetap berjalan di saat libur Lebaran.
DIPASTIKAN AMAN: Disperindagkop Tana Tidung akan bersurat ke Pertamina untuk memastikan distribusi LPG dan BBM tetap berjalan di saat libur Lebaran.
TIDENG PALE – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) mengantisipasi potensi kelangkaan LPG tabung 3 kilogram dan bahan bakar minyak (BBM) selama libur panjang Idulfitri.

‎Fasilitator Perdagangan Disperindagkop Tana Tidung, Ripa’i, mengatakan pihaknya akan menyurati Pertamina agar pelayanan distribusi tetap berjalan selama masa libur Lebaran.

‎Saat ini surat tersebut masih dalam tahap persiapan sebelum disampaikan ke pihak Pertamina.

‎“Rencananya kami akan bersurat ke Pertamina agar pelayanan tetap berjalan di hari libur. Saat ini suratnya masih kami siapkan untuk segera dikirim,” ujarnya, Kamis (5/3).

‎Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terhadap LPG dan BBM tetap terpenuhi, terutama saat aktivitas meningkat selama Ramadan hingga Idul Fitri.

‎Meski demikian, hingga saat ini kondisi pasokan LPG di Tana Tidung masih terpantau aman. Disperindagkop juga rutin melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan distribusi berjalan normal.

‎“Sejauh ini Alhamdulillah masih aman. Kami juga sering turun mengecek di lapangan dan kondisinya masih normal,” jelas Ripa’i.

‎Untuk BBM, ia memastikan ketersediaannya juga masih mencukupi. Sejak dilakukan inspeksi mendadak (sidak) sebelumnya, tidak ditemukan antrean panjang di sejumlah SPBU di wilayah Tana Tidung.

‎Distribusi BBM ke Tana Tidung diketahui berasal dari Tarakan dan Berau. Proses pengiriman memerlukan waktu karena penyalur harus mengantre dalam pengisian armada pengangkut.

‎“Biasanya ketika penyalur melakukan pemesanan, tidak langsung dilayani hari itu juga. Mereka harus antre terlebih dahulu, bisa beberapa hari bahkan sampai satu minggu,” katanya.

‎Di Kabupaten Tana Tidung saat ini terdapat lima SPBU yang beroperasi serta satu SPBN yang melayani kebutuhan bahan bakar masyarakat.

‎Dia juga mengusulkan agar intensitas distribusi khususnya LPG 3 kg ditingkatkan terlebih jelang Lebaran. "Misal, biasa 12 rate, bisa ditambah 14 atau 16 rate"

‎Sementara itu, untuk tahun 2026 pemerintah daerah telah mengusulkan kebutuhan BBM sekitar 11.600 KL pertalite, biosolar 6.513 KL, sedangkan LPG tabung 3 kilogram diusulkan sekitar 1.005 metrik ton.

‎Ripa’i berharap usulan tersebut dapat disetujui minimal 80 hingga 90 persen agar kebutuhan energi masyarakat Tana Tidung tetap terpenuhi, terlebih dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan jumlah pelaku UMKM di daerah ini. (ana/lim)

Editor : Azward Halim