Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

‎ODGJ di Tana Tidung Bertambah Selama 2025, Terbanyak di Kecamatan Sesayap

Sopian Hadi • Jumat, 6 Maret 2026 | 06:05 WIB

DIDATA: Grafik jumlah ODGJ di Tana Tidung.
DIDATA: Grafik jumlah ODGJ di Tana Tidung.
TIDENG PALE – Jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Tana Tidung mengalami peningkatan selama tahun 2025. Data Dinas Kesehatan menunjukkan jumlah ODGJ naik dari 49 jiwa pada 2024 menjadi 57 jiwa pada 2025.

‎Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Tana Tidung, Hanna Juniar, mengatakan peningkatan tersebut dapat dilihat dari pelayanan puskesmas yang ada di lima kecamatan. Terbanyak di puskesmas Tideng Pale, Kecamatan Sesayap

‎ “Jika dibandingkan tahun sebelumnya memang terjadi peningkatan. Tahun 2024 tercatat 49 jiwa, sementara pada 2025 menjadi 57 jiwa,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Kamis (5/3).

‎Berdasarkan data yang dihimpun, peningkatan jumlah ODGJ terjadi tiga kecamatan.

‎ Di puskemas Tideng Pale tercatat naik dari 15 menjadi 18 jiwa, kemudian Kujau (Betayau) dari 11 menjadi 14 jiwa, dan Muruk Rian dari 5 menjadi 7 jiwa.

‎Sementara itu, di puskesmas Sesayap Hilir jumlahnya tetap 6 jiwa, dan Tana Lia juga masih tercatat 12 jiwa.

‎Hanna menjelaskan, meningkatnya jumlah ODGJ bukan semata-mata menunjukkan bertambahnya kasus baru, tetapi juga dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan jiwa.

‎Menurutnya, saat ini masyarakat mulai lebih terbuka untuk melakukan skrining kesehatan jiwa, sehingga kasus yang sebelumnya tidak terdeteksi kini dapat tercatat dan ditangani oleh tenaga kesehatan.

‎“Kesadaran masyarakat untuk melakukan skrining kesehatan jiwa semakin meningkat. Hal ini membuat masyarakat lebih sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan jiwa sejak dini, termasuk dalam hal pengobatan terhadap ODGJ,” jelasnya.

‎Selain itu, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui sistem Satu Sehat Indonesiaku, pada 2025 ditemukan gejala depresi pada 2,5 persen kelompok usia dewasa hingga lansia di Kabupaten Tana Tidung.

‎Angka tersebut berada di atas rata-rata nasional yang berada di kisaran 1,4 persen.

‎Hanna menambahkan, beberapa gangguan kesehatan jiwa yang paling banyak ditemukan di antaranya kecemasan berlebihan (anxiety), depresi, epilepsi, skizo-paranoid, hingga halusinasi.

‎Ia menambahkan skrining kejiwaan masih terus berjalan. Hanya saja untuk tahun 2026 belum ada laporan yang masuk.

‎Pihaknya pun terus mendorong masyarakat untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan terdekat agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. (ana/lim)

Editor : Azward Halim