Komandan Kodim 0914/Tana Tidung, Letkol Arm. Raden Florensius Richarda, menjelaskan bahwa saat ini di Provinsi Kalimantan Utara telah terbentuk dua batalyon, masing-masing di Kabupaten Bulungan dan Nunukan.
Selanjutnya, batalyon infanteri juga akan dibangun di Kabupaten Tana Tidung dan Malinau. “Yonif TP ini disiapkan untuk mendukung pembangunan wilayah. Selain kemampuan militer, prajurit juga dibekali kemampuan dasar di bidang pembangunan,” ujar Dandim kepada Radar Tarakan, Minggu (22/2).
Dalam waktu dekat, sekitar 500 hingga 600 personel batalyon dijadwalkan akan masuk ke Kabupaten Tana Tidung. Apabila tidak ada kendala, kedatangan pasukan tersebut direncanakan pada awal Maret.
Untuk sementara, para prajurit akan ditempatkan di marshaling area (MA) atau lokasi penampungan sementara sebelum pembangunan asrama dan markas satuan rampung. MA berada di pasar Batu Kabang yang tidak aktif di Desa Maning, Kecamatan Betayau.
Terkait pembangunan markas batalyon, Dandim mengungkapkan bahwa prosesnya masih berada pada tahap perizinan.
Lahan yang telah disiapkan sebelumnya berdasarkan hasil survei tim pusat diketahui masih berstatus milik Kementerian Kehutanan, sehingga memerlukan penyelesaian administrasi terlebih dahulu. “Jika perizinan lahan sudah klir, maka pembangunan markas akan segera dimulai,” jelasnya.
Saat ditanya lokasi? Dandim mengungkapkan tidak jauh dari MA.
Lebih lanjut, Dandim menerangkan bahwa batalyon berada di bawah komando brigade infanteri teritorial pembangunan, yang secara langsung berada di bawah kendali panglima kodam. Satu brigade membawahi dua hingga tiga batalyon.
Sementara Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Tana Tidung Hardani Yusri membenarkan pasar Batu Kabang digunakan sementara untuk penampungan prajurit Batalyon Infantri TP. "Mereka pinjam selama dua tahun," singkatnya. (ana/lim)