Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Ribuan Peserta Ikuti Pawai Obor, Bupati Ibrahim Ali Ajak Jadikan Ramadan Momentum Perubahan

Radar Tarakan • Selasa, 17 Februari 2026 | 22:10 WIB

SAMBUT RAMADAN: Bupati Ibrahim Ali melepas peserta pawai obor, Selasa malam (17/2).(FOTO: SOPIAN/RADAR TARAKAN)
SAMBUT RAMADAN: Bupati Ibrahim Ali melepas peserta pawai obor, Selasa malam (17/2).(FOTO: SOPIAN/RADAR TARAKAN)

‎TIDENG PALE – Suasana religius dan penuh kebersamaan mewarnai pelepasan Pawai Obor dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Tanah Tidung, Selasa malam (17/2).

‎Ribuan peserta dari berbagai kalangan tumpah ruah mengikuti pawai yang secara resmi dilepas Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali.

‎Dalam sambutannya, Ibrahim Ali mengungkapkan rasa syukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga masyarakat dapat kembali menyambut Ramadan dengan penuh kegembiraan.

‎Ia menyebut Pawai Obor sebagai simbol cahaya harapan sekaligus wujud persaudaraan umat Islam dalam menyambut tamu agung, bulan Ramadan yang penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.

“Cahaya obor ini adalah cahaya kebersamaan. Inilah wujud kegembiraan kita dalam menyambut bulan suci Ramadan,” ujar Ibrahim Ali di hadapan peserta pawai.

‎Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan Ramadan tahun ini sebagai momentum perubahan ke arah yang lebih baik. Tidak hanya memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga memperkuat hubungan antarsesama manusia.

‎Menurutnya, bulan suci Ramadan harus diisi dengan memperkuat solidaritas sosial, memperbanyak sedekah, menyantuni anak yatim dan kaum duafa, serta menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.

‎Secara khusus, Ibrahim Ali memberikan pesan kepada para peserta Pawai Obor, terutama generasi muda, agar menjadi pelopor kebaikan di tengah masyarakat.

‎Ia menegaskan bahwa generasi muda Tanah Tidung harus tumbuh sebagai generasi yang cinta agama, cinta kedamaian, dan cinta persatuan.

‎“Kegiatan Pawai Obor ini rutin kita laksanakan setiap tahun. Ini bukan sekadar tradisi, tetapi sarana membangun karakter dan kebersamaan,” tegasnya.

‎Dalam sambutannya, Ibrahim Ali juga menyinggung perbedaan penetapan awal Ramadan yang terjadi di tengah umat Islam.

‎Seperti diketahui Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan pada 18 Februari, sementara Pemerintah atau NU 19 Februari.

‎Ia mengajak masyarakat menyikapinya dengan bijak dan dewasa, serta tidak menjadikannya sebagai sumber perpecahan.

‎“Perbedaan ini sudah biasa terjadi. Yang terpenting adalah kita tetap menjaga kekompakan, kerukunan, dan persatuan umat,” katanya.

‎Menjelang akhir sambutan, Ibrahim Ali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Tanah Tidung. Ia berharap bulan Ramadan menjadi bulan penuh berkah dan
‎ampunan bagi seluruh umat Muslim.

“Atas nama pribadi dan keluarga, saya mohon maaf apabila selama bergaul dan berinteraksi terdapat kata atau perbuatan yang kurang berkenan,” ucapnya.

‎Ia pun menutup sambutan dengan ucapan Marhaban ya Ramadan serta mengajak seluruh masyarakat menjaga kondusivitas, kebersamaan, dan keakraban selama bulan suci Ramadan.(ana)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #Tana Tidung