Sebanyak 18 tenda disiapkan dan akan ditempatkan saling berhadapan dengan pedagang yang selama ini sudah berjualan di kawasan RTH H. Joesoef Abdullah.
Konsep penataan dibuat terpusat dengan pintu masuk berupa gerbang di bagian tengah agar pengunjung lebih mudah mengakses area bazar.
Pelaksanaan bazar ini merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah untuk memberikan ruang usaha yang tertib dan terorganisasi bagi masyarakat yang berjualan takjil selama Ramadan.
“Tujuan utamanya untuk memfasilitasi masyarakat yang berjualan takjil, supaya tertib, rapi, dan tetap memperhatikan keamanan serta kenyamanan,” ujar Hardani Yusri, Kepala Disperindagkop Kabupaten Tana Tidung, Sabtu (14/2).
Pedagang yang akan menempati tenda bazar sebagian besar merupakan pelaku usaha yang sebelumnya juga berjualan di kawasan RTH dan komunitas Pujangga.
Untuk penggunaan tenda, panitia memastikan tidak ada pungutan biaya.
“Gratis, tidak dipungut biaya apa pun. Kita bekerja sama dengan Vamelia Foundation,” tegasnya.
Bazar Ramadan ini direncanakan mulai beroperasi pada sore hari, sekitar pukul 15.00 WITA, menyesuaikan kebiasaan masyarakat dalam berburu takjil.
Pedagang diperbolehkan berjualan hingga malam hari, selama tetap mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan.
Dengan pemusatan lokasi bazar, pemerintah berharap aktivitas jual beli selama Ramadan bisa lebih tertata dan tidak menyebar di pinggir-pinggir jalan.
“Harapannya semua terpusat di sini. Selain rapi, juga lebih aman dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli. Namun karena jumlah tenda terbatas, yang berjualan di tempat lain juga tidak masalah, asalkan tetap tertib,” katanya. (ana/lim)