Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Relokasi Gagal, Bupati Tana Tidung Ungkap Alasan Pasar Terbengkalai

Sopian Hadi • Selasa, 10 Februari 2026 | 04:01 WIB

‎TERBENGKALAI: Meski sempat difungsikan, hingga saat ini pasar Betayau yang dibangun beberapa tahun lalu tidak dimanfaatkan para pedagang.
‎TERBENGKALAI: Meski sempat difungsikan, hingga saat ini pasar Betayau yang dibangun beberapa tahun lalu tidak dimanfaatkan para pedagang.
‎TIDENG PALE – Persoalan bangunan pasar yang terbengkalai di Kabupaten Tana Tidung mendapat penjelasan langsung dari Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali. 

‎Ia menegaskan, kondisi tersebut bukan karena pembiaran, melainkan akibat relokasi pedagang yang tidak berjalan efektif karena faktor budaya dan ekonomi masyarakat.

‎Bupati Ibrahim Ali mengungkapkan, pemerintah daerah telah berulang kali melakukan upaya persuasif untuk memindahkan pedagang ke pasar yang telah disiapkan.

‎Namun kenyataannya, lokasi pasar dinilai tidak strategis karena jauh dari permukiman warga, sehingga pembeli enggan datang.

‎“Kalau pasar jauh dari pemukiman, masyarakat malas ke sana. Dagangan pedagang akhirnya tidak laku, pendapatan menurun, dan mereka kembali ke tempat semula,” ujar Ibrahim Ali.

‎Ia menjelaskan, sejak awal masa kepemimpinannya, bangunan pasar tersebut sebenarnya sudah ada dan telah beberapa kali dijadikan lokasi relokasi pedagang. 

‎Namun upaya itu selalu berujung pada kembalinya pedagang ke lokasi lama karena faktor kebiasaan dan minimnya pembeli sehingga pasar terbengkalai.

‎“Pedagang kita ini hidup dari hasil jualan harian. Kalau dipindahkan ke tempat yang tidak ramai, siapa yang bertanggung jawab ketika mereka kalah secara ekonomi?” katanya.

‎Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa hanya mengedepankan ketegasan tanpa mempertimbangkan sisi kemanusiaan. Setiap kebijakan relokasi harus memperhitungkan keberlangsungan ekonomi pedagang kecil.

‎“Bukan berarti dibiarkan. Tapi kita melihat urgensinya. Seperti yang di Sesayap Hilir, kita sudah coba relokasi, tapi masyarakat dengan budayanya pindah lagi. Karena di sana tidak laku,” jelasnya.

‎Selain Sesayap Hilir juga terdapat pasar di Betayau yang tidak digunakan sampai saat ini. (ana/lim)

Editor : Azward Halim