Maraknya kendaraan bermuatan sawit berlebih menjadi persoalan serius, terlebih kondisi jalan di wilayah Tana Tidung yang sebagian besar belum dirancang untuk menahan beban berat secara terus-menerus.
Kapolres Tana Tidung, AKBP Eko Nugroho menyebutkan, persoalan ODOL menjadi tantangan utama fungsi lalu lintas di daerah ini.
“Kalau tugas Kasat Lantas memang agak berat. Tantangan kita saat ini adalah banyak kendaraan yang overload, sementara aspal kita masih satu lapis dan lemah menerima muatan berat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Satlantas tidak dapat bekerja sendiri dan membutuhkan koordinasi yang kuat dengan pemerintah daerah serta para pengguna jalan, khususnya kendaraan angkutan barang atau sawit.
“Perlu koordinasi yang baik dengan pemda dan para pengemudi. Harapan terbesar kita adalah kesadaran masyarakat, terutama pengendara roda empat, agar patuh terhadap aturan yang ada,” jelasnya.
Menurut AKBP Eko, penegakan hukum tetap dilakukan, namun mengacu pada prinsip tilang selektif prioritas, bukan penindakan secara masif.
“Kalau tidak mematuhi aturan tentu akan kita tindak tegas dengan tilang. Namun penerapannya selektif, yang benar-benar membandel itulah yang kita tindak,” tegasnya.
Ia juga menyinggung kebijakan penutupan jalan yang sempat dilakukan sebagai langkah terakhir guna mencegah kerusakan jalan yang lebih parah.
“Itu bukan egoisme pimpinan atau pemda, tetapi karena kondisi jalan sudah mulai hancur. Kalau tidak dijaga bersama, baru beberapa bulan dibangun sudah rusak semua,” katanya.
AKBP Eko mengingatkan bahwa pengguna jalan bukan hanya sopir truk, melainkan puluhan ribu masyarakat lainnya.
“Pengguna jalan di sini sekitar 29 ribu orang. Tidak semuanya kendaraan berat. Kita harus saling menghargai,” ujarnya.
Dengan kepemimpinan Ipda Laura Angelia Fernanda sebagai Kasat Lantas yang baru, diharapkan pengawasan lalu lintas, edukasi kepada masyarakat, serta koordinasi lintas sektor dapat semakin diperkuat demi menjaga keselamatan pengguna jalan dan keberlangsungan infrastruktur daerah.
“Yang paling penting bukan hanya membangun jalan, tetapi menjaga yang sudah ada,” pungkasnya. (ana/lim)