Direktur RSUD Akhmad Berahim, drg. Fajar Sidiq, mengatakan bahwa rumah sakit ini berada pada posisi paling siap jika mengacu pada hasil evaluasi Kemenkes.
“Tujuh spesialis dasar sudah menghuni, full time di sini. Tinggal penguatan pada beberapa layanan lokus seperti stroke dan jantung,” ujarnya.
Menurut Fajar, momentum ini telah dipetakan karena sebelum program dari Kementerian Kesehatan dijalankan, RSUD Akhmad Berahim telah lebih dulu melakukan persiapan, termasuk penjadwalan pelatihan tenaga kesehatan (nakes).
“Pelatihan nakes sudah kami sondingkan ke Kemenkes, tinggal menunggu jadwal pelaksanaan. Insyaallah mulai April ini sudah berjalan,” katanya.
Pelatihan akan difokuskan pada perawat terlebih dahulu. Setelah proses pelatihan dan uji coba layanan dinilai berjalan baik, barulah alat kesehatan (alkes) akan masuk secara bertahap. “Semuanya sudah satu paket, mulai dari SDM sampai alkes,” jelasnya.
Untuk tenaga medis, RSUD Akhmad Berahim telah memiliki empat spesialis dasar utama, yakni obstetri dan ginekologi (obgyn), bedah, anak, dan penyakit dalam, ditambah anestesi,dan radiologi.
Bahkan, layanan instalasi bedah sentral (IBS) kini mengalami terobosan baru dengan kemampuan menangani kasus ortopedi seperti patah tulang. “Kami juga bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Selama pasien aktif membayar iuran, penanganan bisa dilakukan di sini,” tambah Fajar.
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pasien sekaligus memaksimalkan pelayanan agar masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah. “Ini juga menjadi momentum meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). RSUD Akhmad Berahim berstatus BLUD, sehingga ke depan operasional rumah sakit diharapkan bisa secara maksimal,” katanya.
Ke depan, RSUD Akhmad Berahim ditargetkan terus berproses menuju peningkatan tipe rumah sakit.
Nomenklatur organisasi pun akan bertambah menyesuaikan proyeksi peningkatan rumah sakit tipe C, namun tetap berada di bawah koordinasi Dinas Kesehatan. “Insyaallah ke depan kita operasional secara maksimal, bertahap dan berproses,” pungkasnya. (ana/lim)