Plt Kepala DPKD Tana Tidung, Yungkul, mengatakan saat ini pembangunan fisik gedung pada dasarnya telah rampung.
Namun, pemanfaatan gedung masih menunggu beberapa tahapan, mulai dari pemeriksaan hingga perizinan.
“Kalau secara fisik, gedungnya sudah selesai. Tinggal pembersihan lingkungan dan penyempurnaan di dalamnya. Untuk pindah, kita belum bisa pastikan karena masih menunggu proses izin dan pemeriksaan,” ujar Yungkul.
Ia menjelaskan, proses pemeriksaan akan melibatkan sejumlah pihak, seperti BPK, BPKP, maupun Inspektorat. Setelah seluruh tahapan tersebut selesai, barulah pihaknya bisa memastikan waktu pemindahan aktivitas ke gedung baru.
“Nanti setelah pemeriksaan selesai, baru kita cek lingkungannya, kita izin, dan kalau memang sudah memungkinkan, baru kita pindah atau boyong ke sana,” jelasnya.
Yungkul menegaskan, pemindahan gedung tidak akan mengubah sistem pengelolaan lembaga.
“Pengelolaan tetap sama, tidak ada perubahan. Kita ini sebenarnya hanya pindah gedung saja, status dan fungsi lembaga tetap,” tegasnya.
Ke depan, gedung tersebut akan difungsikan sebagai kantor sekaligus pusat layanan perpustakaan dan pengembangan literasi.
“Nanti jadi satu. Di sanalah pusat pengembangan literasi kita di Kabupaten Tana Tidung,” katanya.
Gedung perpustakaan tersebut terdiri dari dua lantai dengan ukuran sekitar 12,5 meter x 35 meter, serta dilengkapi halaman yang cukup luas, mencapai 60 x 100 meter. Namun, untuk penataan halaman masih akan dilakukan secara bertahap.
“Halaman itu memang belum masuk dalam anggaran pembangunan gedung. Mudah-mudahan di tahun-tahun ke depan bisa kita ajukan lagi. Sekarang kondisi anggaran sedang efisiensi,” ungkap Yungkul.
Selain sebagai perpustakaan, gedung ini juga akan mendukung fungsi kearsipan, termasuk rencana pembangunan depo arsip.
“Depo arsip ini untuk arsip statis dari OPD. Arsip-arsip itu nanti disimpan dan dikelola oleh kami,” jelasnya.
Yungkul menyebut, sumber pendanaan pembangunan gedung berasal dari perpustakaan nasional melalui program nasional peningkatan literasi.
“Ini program pusat, bagian dari program Presiden untuk meningkatkan literasi. Ada DAK fisik untuk bangunan dan DAK nonfisik untuk peralatan, seperti AC, perabot. Kami sudah laporkan ke Pak Bupati, tinggal launching saja,” katanya.
Saat ini, pihaknya masih menyelesaikan pekerjaan teknis, seperti pemasangan AC.
“Kalau semuanya sudah lengkap, kita tinggal launching dan peresmian,” ujarnya.
Dengan fasilitas yang lebih representatif, Yungkul optimistis minat baca masyarakat akan meningkat.
“Kalau suasananya nyaman, dingin, ruang bacanya lengkap, tentu orang akan lebih senang membaca. Nanti juga akan kita siapkan perpustakaan digital,” pungkasnya. (ana/lim)