Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Panen Perdana Padi Gogo, Desa Mendupo Targetkan Dua Kali Panen Setahun

Sopian Hadi • Selasa, 13 Januari 2026 | 15:05 WIB

‎PRODUK PERTANIAN: Kades Mendupo Agus Siswanto melakukan panen perdana padi gogo, Senin (12/1).
‎PRODUK PERTANIAN: Kades Mendupo Agus Siswanto melakukan panen perdana padi gogo, Senin (12/1).
TIDENG PALE – Pemerintah Desa Mendupo, Kecamatan Betayau, Kabupaten Tana Tidung melaksanakan panen perdana padi gogo di lahan seluas 3 hektare, Senin (12/1).

‎ Kegiatan ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang bersumber dari Dana Desa.

‎Kepala Desa Mendupo, Agus Siswanto, mengatakan padi gogo tersebut mulai ditanam pada 1 September 2025 dengan masa tanam sekitar tiga bulan.

‎Dengan umur tanam yang relatif singkat, padi gogo dinilai berpotensi meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.

‎“Umurnya sekitar tiga bulan. Harapan kami, masyarakat bisa panen minimal dua kali dalam setahun, berbeda dengan padi biasa yang umurnya bisa sampai enam bulan,” kata Siswanto.

‎Terkait hasil panen, Siswanto menyebutkan saat ini panen masih berlangsung sehingga hasil bersih belum dapat dipastikan.

‎ Namun berdasarkan perkiraan awal, produksi dari lahan 3 hektare tersebut diperkirakan berkisar antara 1,8 ton hingga 3 ton.

‎“Ini baru panen pertama dan masih berjalan. Perkiraan awal sekitar 1,8 ton, bisa juga sampai 3 ton karena ada selisih waktu tanam sekitar 20 hari di beberapa petak,” ujarnya.

‎Bibit padi gogo diperoleh dari penyedia yang berpengalaman di bidang pertanian, yakni Iwan, yang juga berperan sebagai pendamping pertanian. Seluruh kegiatan didanai melalui Dana Desa dalam program ketahanan pangan.

‎Siswanto menjelaskan, setelah panen selesai, pengelolaan hasil padi gogo akan diserahkan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), termasuk dalam proses pengemasan dan pemasaran.

‎“Nanti BUMDes yang mengelola, mulai dari pengemasan hingga penjualan. Pemerintah desa hanya membuka dan memulai programnya,” jelasnya.

‎Produk beras padi gogo tersebut direncanakan menjadi salah satu produk unggulan desa. Pengemasan telah disiapkan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dan akan disesuaikan dengan jumlah produksi.

‎Untuk tahap awal, pemasaran difokuskan pada pasar lokal dan lingkar desa. Pemerintah desa juga membuka peluang kerja sama dengan koperasi.

‎Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan petani dan masyarakat lokal, mulai dari proses tanam hingga panen. Ke depan, pemerintah desa membuka peluang penambahan luas lahan apabila hasil padi gogo dinilai cocok dengan kondisi wilayah.
‎"Kami berharap dengan panen ini ke depan masyarakat atau petani di Mendupo beralih ke padi gogo," ujarmya.

‎Panen simbolis turut dihadiri oleh kepala Dinas Pertanian, camat, danramil, pendamping desa, perwakilan Dinsos PMD, serta unsur terkait lainnya. (ana/lim)

Editor : Azward Halim