Sejumlah kerusakan terlihat di berbagai bagian pelabuhan, mulai dari lantai yang berlubang, kayu di ujung dermaga yang patah, hingga kios-kios yang kondisinya memprihatinkan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tana Tidung, M. Arief Prasetiawan, mengatakan pihaknya akan melakukan kajian terkait masa depan operasional pelabuhan tersebut tahun ini.
Apakah akan diperbaiki dan kembali dioperasikan, atau ada opsi lain, mengingat adanya rencana pembangunan beberapa pelabuhan baru yang masih dalam proses panjang.
“Untuk tahap awal, kemungkinan besar Pelabuhan Lama tetap akan digunakan. Tapi kami akan melakukan inventarisasi masalah dan memastikan pemerintah tetap hadir di sana, tapi tentu menyesuaikan anggaran daerah,” ujarnya.
Karena itu diharapkan kepada masyarakat yang beraktivitas di pelabuhan lama berperan aktif memberikan masukan kepada Pemkab Tana Tidung.
"Kami ini kan hanya melayani kebutuhan masyarakat, tapi secara konkret apa permasalahan dan kendala masyarakat, itu kan perlu juga masukan dari masyarakat," katanya.
Arief berharap masyarakat dan para pengelola dapat berperan aktif memberikan masukan terkait permasalahan di Pelabuhan Lama.
“Kita jaga bersama-sama. Kami terbuka menerima masukan dari masyarakat, termasuk soal kios-kios dan fasilitas yang perlu dibenahi,” pungkasnya.
Sebagai informasi, sejak lima tahun terakhir tempat berlabuh speedboat reguler diarahkan ke Keramat Tideng Pale.
Sejak dipindah, aktivitas penumpang di pelabuhan lama berkurang karena hanya digunakan speedboat kecil dan kapal yang melakukan bongkar muat barang sehingga kondisinya butuh perhatian.
" Karena kondisi pelabuhan yang belum optimal, kami tidak memungut retribusi," tutup Arief. (ana/lim)