0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

‎Pelabuhan Lama Tana Tidung Akan Direvitalisasi, Dishub Minta Pengguna Fasilitas Berikan Masukan

Sopian Hadi • Minggu, 11 Januari 2026 | 15:33 WIB

‎Kepala Dishub Tana Tidung, M. Arief Prasetiawan.
‎Kepala Dishub Tana Tidung, M. Arief Prasetiawan.
TIDENG PALE – Kondisi Pelabuhan Lama di Kabupaten Tana Tidung dinilai sudah tidak layak untuk digunakan secara optimal.

‎Sejumlah kerusakan terlihat di berbagai bagian pelabuhan, mulai dari lantai yang berlubang, kayu di ujung dermaga yang patah, hingga kios-kios yang kondisinya memprihatinkan.

‎Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tana Tidung, M. Arief Prasetiawan, mengatakan pihaknya akan melakukan kajian terkait masa depan operasional pelabuhan tersebut tahun ini.

‎Apakah akan diperbaiki dan kembali dioperasikan, atau  ada opsi lain, mengingat adanya rencana pembangunan beberapa pelabuhan baru yang masih dalam proses panjang.

‎“Untuk tahap awal, kemungkinan besar Pelabuhan Lama tetap  akan digunakan. Tapi kami akan melakukan inventarisasi masalah dan memastikan pemerintah tetap hadir di sana, tapi tentu menyesuaikan anggaran daerah,” ujarnya.

‎Karena itu diharapkan kepada masyarakat yang beraktivitas di pelabuhan lama berperan aktif memberikan masukan kepada Pemkab Tana Tidung.

‎"Kami ini kan hanya melayani kebutuhan masyarakat, tapi secara konkret apa permasalahan dan kendala masyarakat, itu kan perlu juga masukan dari masyarakat," katanya.

‎Arief berharap masyarakat dan para pengelola dapat berperan aktif memberikan masukan terkait permasalahan di Pelabuhan Lama.

‎“Kita jaga bersama-sama. Kami terbuka menerima masukan dari masyarakat, termasuk soal kios-kios dan fasilitas yang perlu dibenahi,” pungkasnya.

‎Sebagai informasi, sejak lima tahun terakhir tempat berlabuh speedboat reguler diarahkan ke Keramat Tideng Pale.

‎Sejak dipindah, aktivitas penumpang di pelabuhan lama berkurang karena hanya digunakan speedboat kecil dan kapal yang melakukan bongkar muat barang sehingga kondisinya butuh perhatian.

‎" Karena kondisi pelabuhan yang belum optimal, kami tidak memungut retribusi," tutup Arief. (ana/lim)

Editor : Azward Halim