Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kemenag Tana Tidung Dorong Masjid Menjadi Tempat Ramah Musafir

Sopian Hadi • Jumat, 7 November 2025 | 08:24 WIB
‎Kepala Kemenag Tana Tidung H. Hamzah
‎Kepala Kemenag Tana Tidung H. Hamzah

‎TANA TIDUNG - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Tidung, H. Hamzah, menyampaikan pentingnya mengembalikan fungsi masjid sebagai tempat yang ramah bagi musafir dan masyarakat umum.

‎Menurutnya, masjid bukan hanya difungsikan sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga sebagai ruang untuk beristirahat bagi siapa pun yang sedang dalam perjalanan.

‎“Masjid itu pada dasarnya rumah ibadah yang juga menjadi tempat persinggahan. Siapa pun boleh datang beristirahat di terasnya, selama tetap menjaga adab dan tidak mengganggu area sholat,” ucap H. Hamzah kepada Radar Tarakan, Jumat (7/11/2025).

Baca Juga: Harga Sarang Burung Walet Anjlok, DPPP Tana Tidung: Urgensi Hilirisasi

‎Ia mencontohkan sejumlah masjid di kota besar seperti di Samarinda yang dikelola dengan baik, dibuka 24 jam, memiliki fasilitas yang bersih dan nyaman, serta menjadi tempat singgah yang ramai dikunjungi.

‎Kondisi seperti itu, menurutnya, justru memberikan dampak positif bagi keberlangsungan masjid karena partisipasi jamaah melalui kotak amal ikut meningkat.

‎“Fasilitas yang baik justru menggerakkan kepedulian. Kotak amalnya ramai terisi karena masyarakat merasa nyaman dan terlayani. Dari situ pengurus masjid bisa terus memperbaiki fasilitas,” terangnya.

Baca Juga: ‎ Bupati Tana Tidung Pesankan KONI Fokus pada Pembinaan Atlet Berprestasi

‎Namun, Hamzah tidak menampik adanya kejadian masjid yang dikunci sehingga masyarakat yang sedang melakukan perjalanan tidak dapat singgah untuk beristirahat atau bahkan sekadar menggunakan fasilitas toilet.

‎Ia menyebut hal tersebut terjadi karena sebagian pengurus masjid masih kurang memahami konsep masjid ramah musafir.

‎“Kalau ada orang yang kelelahan lalu ingin istirahat di teras masjid, jangan sampai diusir. Itu tidak diperbolehkan. Teras itu justru tempat bernaung. Tugas pengurus adalah mengawasi, bukan membatasi,” tegasnya.

Baca Juga: Pemkab Tana Tidung Siapkan SDM Kesehatan untuk Operasional RSUD Akhmad Berahim

‎Ia juga mengharapkan agar pengurus masjid dapat melakukan pembenahan, seperti menata teras, membuat peneduh yang layak, serta menjaga kebersihan tempat wudhu dan toilet agar tetap nyaman digunakan.

‎“Orang yang berjalan jauh itu butuh istirahat, butuh ke toilet, dan butuh tempat yang aman. Masjid harus hadir untuk itu. Kita ingin masjid jadi tempat yang memuliakan tamu dan musafir, bukan sebaliknya,” tutup Hamzah.

‎Hal ini juga berkaca pada kasus yang terjadi di beberapa di Indonesia, bahkan terakhir mengakibatkan hilangnya nyawa seorang musafir akibat dianiaya oknum warga sekitar masjid Agung di Sibolga, Sumatera Utara.(ana)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #Tempat Ramah Musafir #kemenag tana tidung