TANA TIDUNG – Sebanyak enam Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Tana Tidung dipastikan siap di-launching sesuai permintaan Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali.
Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Disperindagkop Tana Tidung, Libernatia Suinna Melati, SE, mengatakan dari 31 Kopdes Merah Putih, enam sudah memenuhi syarat untuk segera diresmikan, melebihi target masing masing satu koperasi di lima Kecamatan yang sebelumnya diminta oleh Bupati Ibrahim Ali dalam waktu sebulan.
Enam koperasi yang siap antara lain berada di Desa Sesayap Selor dan Sepala Dalung (Sesayap Hilir), Maning (Betayau), Gunawan (Sesayap), Kapuak (Muruk Rian), dan Tengku Dacing (Tana Lia).
Baca Juga: Dua Kali Mediasi, Dinas Pertanian Tana Tidung Dorong Pertemuan Level Owner Selesaikan Persoalan Kebun Plasma dengan Koperasi
“Untuk Tideng Pale, mereka masih bingung menentukan jenis usaha karena sudah banyak variasi usaha di sana. Padahal sesuai Inpres, ada sembilan jenis gerai yang bisa dipilih,” ujarnya belum lama ini.
Menurutnya, Kopdes Merah Putih mendapat kemudahan dari BUMN (perbankan), namun hanya boleh berperan sebagai agen, bukan pengecer.
“Kalau jadi pengecer, kasihan pengusaha lain yang sudah lebih dulu berdiri,” terangnya.
Baca Juga: Pengibaran dan Penurunan Bendera HUT Ke-80 RI Sukses, Bupati Tana Tidung Ganjar Bonus Rp 50 Juta
Saat ini, lanjutnya, seluruh dokumen legalitas enam koperasi tersebut sudah lengkap, mulai dari NIB, NPWP hingga rekening.
Kendala yang tersisa hanya menunggu juknis pencairan dana permodalan dan mekanisme kerja sama dengan bank.
Dari enam koperasi, Desa Sesayap Selor disebut paling siap dengan telah menyiapkan enam gerai, salah satunya pergudangan sawit.
Baca Juga: Bupati Tana Tidung Serahkan Bantuan Perlengkapan Dasar Siswa Senilai Rp 2,6 M
Bahkan, Kepala Desa siap memodali operasional awal.
“Mungkin jiwa Kades ini memang jiwa pengusaha, sehingga berusaha agar koperasinya bisa jalan dan berkembang. Apalagi di desanya belum ada pedagang besar,” kata Libernatia.
Selain pergudangan, juga sembako, pakan ternak, perkantoran, hingga simpan pinjam.
Koperasi lainnya juga masih mengalami kendala permodalan, dan kondisi ini tidak hanya terjadi di Tana Tidung.
Baca Juga: Jadi Irup HUT Ke-80 RI di Tana Tidung, Bupati: Semangat Kemerdekaan Kita Wujudkan dengan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat
"Keenam koperasi ini kayaknya dimodali kepala desanya," tambahnya.
Sementara lainnya selain menunggu permodalan juga jenis usahanya.
Disperindagkop juga berencana menggelar pelatihan khusus bagi pengurus koperasi pada awal Oktober mendatang.
Baca Juga: Polsek Tana Lia Ringkus DPO Sabu, Pengedar Tergiur Keuntungan hingga Rp 20 Juta
“Pelatihan ini untuk memperjelas tugas ketua, sekretaris, maupun wakil ketua agar koperasi berjalan dengan baik. Harapannya, plafon pinjaman maksimal Rp3 miliar bisa dikelola sesuai jenis usaha yang diverifikasi oleh bank,” jelasnya.
Terkait kepengurusan, mayoritas diisi generasi muda desa. Aparat desa juga bisa masuk sebagai pengurus, kecuali kepala desa yang otomatis menjadi ketua pengawas.
“Kita berharap ide-ide segar dari anak muda bisa mendorong koperasi tumbuh,” pungkasnya.(ana)