Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Keterlambatan Distribusi Diklaim Jadi Penyebab SPBU Tutup, Begini Stok BBM Tiga SPBU di Tana Tidung ‎

Sopian Hadi • Kamis, 14 Agustus 2025 | 16:22 WIB

KUNJUNGAN LAPANGAN: Komisi II DPRD dan Disperindagkop sidak di SPBU Betayau.(FOTO:SOPIAN/RADAR TARAKAN)
KUNJUNGAN LAPANGAN: Komisi II DPRD dan Disperindagkop sidak di SPBU Betayau.(FOTO:SOPIAN/RADAR TARAKAN)

TANA TIDUNG – SPBU Sebidai menjadi salah satu titik layanan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Tana Tidung yang mendapat sorotan dalam sidak DPRD dan Disperindagkop.

‎Pengelola SPBU, Abdul, mengungkapkan bahwa pasokan BBM di tempatnya rata-rata mencapai 30 ton setiap minggu.

‎“Pasokan itu biasanya bertahan lima sampai enam hari. Kalau habis, kami order lagi," ujarnya, Kamis (14/8/2025).

‎‎Ia juga tak menampik sering melayani Pengetap atau pedagang eceran Namun pihaknya bersedia mengikuti aturan.

‎"Kalau pemerintah suruh layani, kita layani, kalau tidak, kami tidak layani, kami siap mengikuti aturan," ungkapnya.

‎Dalam sidak Komisi II DPRD dan Disperindagkop, wakil rakyat meminta prioritaskan masyarakat biasa.

‎"Kalau mau layani pengetap, dibatasi saja pembeliannya," ujar Norma, Ketua Komisi II DPRD Tana Tidung.

‎Abdul menjelaskan, pengiriman BBM terkadang terkendala waktu karena harus didatangkan dari Berau, Kalimantan Timur dan kapal dari Tarakan

‎“Perjalanannya butuh satu hari berangkat dan satu hari kembali,” katanya.

‎‎SPBU Sebidai beroperasi setiap hari sesuai jam layanan yang ditetapkan, yakni pukul 08.00–11.00 Wita, kemudian dibuka kembali pukul 13.00–17.00 Wita hingga stok habis.

‎“Hari Sabtu tetap buka, dan Minggu biasanya buka setengah hari selama stok tersedia,” tutupnya.

‎Sementara pengelola SPBU Betayau, Hendra, mengungkapkan bahwa pasokan BBM untuk wilayahnya relatif aman, namun masih terkendala keterlambatan pengiriman dari pihak jober akibat keterbatasan armada.

‎“Armada pengiriman terbatas, jadi bukan hanya SPBU kami yang dilayani, tapi semua SPBU. Proses kirim bisa memakan waktu dua sampai tiga hari,” ujarnya, saat ditemui di SPBU.

‎Hendra menjelaskan, SPBU Betayau menerima pasokan 16 ton BBM yang biasanya habis dalam tiga hingga empat hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 7 ton didistribusikan ke tiga sub penyalur, masing-masing mendapat 2–3 ton.

‎“Kalau stok tinggal satu ton, kami langsung order lagi. Tapi itu tergantung kesiapan armada pengirim, siap atau tidak,” katanya.

‎Sebagai informasi, stok pertalite di SPBU Km 2 sebanyak 16 ton sekali masuk dan pendistribusian dari Pertamina juga jadi penyebab kerap tutup.(ana)

Editor : Azwar Halim
#stok bbm #Keterlambatan Distribusi #spbu tutup #Tana Tidung