TANA TIDUNG – SPBU Sebidai menjadi salah satu titik layanan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Tana Tidung yang mendapat sorotan dalam sidak DPRD dan Disperindagkop.
Pengelola SPBU, Abdul, mengungkapkan bahwa pasokan BBM di tempatnya rata-rata mencapai 30 ton setiap minggu.
“Pasokan itu biasanya bertahan lima sampai enam hari. Kalau habis, kami order lagi," ujarnya, Kamis (14/8/2025).
Ia juga tak menampik sering melayani Pengetap atau pedagang eceran Namun pihaknya bersedia mengikuti aturan.
"Kalau pemerintah suruh layani, kita layani, kalau tidak, kami tidak layani, kami siap mengikuti aturan," ungkapnya.
Dalam sidak Komisi II DPRD dan Disperindagkop, wakil rakyat meminta prioritaskan masyarakat biasa.
"Kalau mau layani pengetap, dibatasi saja pembeliannya," ujar Norma, Ketua Komisi II DPRD Tana Tidung.
Abdul menjelaskan, pengiriman BBM terkadang terkendala waktu karena harus didatangkan dari Berau, Kalimantan Timur dan kapal dari Tarakan
“Perjalanannya butuh satu hari berangkat dan satu hari kembali,” katanya.
SPBU Sebidai beroperasi setiap hari sesuai jam layanan yang ditetapkan, yakni pukul 08.00–11.00 Wita, kemudian dibuka kembali pukul 13.00–17.00 Wita hingga stok habis.
“Hari Sabtu tetap buka, dan Minggu biasanya buka setengah hari selama stok tersedia,” tutupnya.
Sementara pengelola SPBU Betayau, Hendra, mengungkapkan bahwa pasokan BBM untuk wilayahnya relatif aman, namun masih terkendala keterlambatan pengiriman dari pihak jober akibat keterbatasan armada.
“Armada pengiriman terbatas, jadi bukan hanya SPBU kami yang dilayani, tapi semua SPBU. Proses kirim bisa memakan waktu dua sampai tiga hari,” ujarnya, saat ditemui di SPBU.
Hendra menjelaskan, SPBU Betayau menerima pasokan 16 ton BBM yang biasanya habis dalam tiga hingga empat hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 7 ton didistribusikan ke tiga sub penyalur, masing-masing mendapat 2–3 ton.
“Kalau stok tinggal satu ton, kami langsung order lagi. Tapi itu tergantung kesiapan armada pengirim, siap atau tidak,” katanya.
Sebagai informasi, stok pertalite di SPBU Km 2 sebanyak 16 ton sekali masuk dan pendistribusian dari Pertamina juga jadi penyebab kerap tutup.(ana)
Editor : Azwar Halim