TANA TIDUNG – Desa Sebidai, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung kembali menorehkan prestasi membanggakan di tahun 2025.
Desa ini menjadi satu-satunya wakil dari Provinsi Kalimantan Utara dalam ajang Lomba Inovasi Ketahanan Pangan Desa dan Perdesaan Tingkat Nasional Tahun 2025, yang kini telah memasuki Tahap 2 penjurian.
Kegiatan presentasi dan wawancara tahap lanjutan ini dilaksanakan secara daring pada Selasa (24/6/2025) dan dipusatkan di Kantor Kecamatan Sesayap.
Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Sesayap Indra, Kepala Bidang Pemerintahan Desa dari Dinas Sosial Ardiansyah, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Pendamping Lokal Desa (PLD) tingkat kecamatan, serta Kepala Desa Sebidai Arbain bersama stafnya.
Dalam sesi pemaparan, Kepala Desa Sebidai menjelaskan berbagai inovasi pertanian yang telah dan sedang dikembangkan oleh warganya. Beberapa program unggulan yang dipresentasikan antara lain:
1. Pengembangan jagung hibrida lokal dengan teknologi budidaya ramah lingkungan,
2. Integrasi antara pertanian jagung dan peternakan untuk menunjang ketahanan pangan berkelanjutan,
3. Diversifikasi produk jagung menjadi berbagai olahan pangan bernilai ekonomi, dan
4. Penggunaan alat pemipil jagung portabel atau Corn Sheller Mini yang membantu efisiensi petani.
Lebih jauh, Desa Sebidai juga memiliki rencana strategis jangka menengah berupa penerapan Smart Farming pada tahun 2026.
Teknologi ini akan berbasis sensor cuaca dan irigasi menggunakan aplikasi sederhana untuk mengatur waktu tanam, sistem irigasi tetes, hingga prediksi cuaca guna menekan risiko gagal panen.
Tak hanya itu, dalam hal pemasaran, desa ini juga memanfaatkan konsep digitalisasi pemasaran (E-Marketing).
Melalui media sosial dan platform marketplace, produk-produk jagung hasil olahan desa dapat dijangkau lebih luas oleh konsumen di berbagai daerah.
Keberhasilan Desa Sebidai masuk ke dalam nominasi nasional tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kalimantan Utara dalam mengembangkan inovasi berbasis potensi dan kearifan lokal.(ana)
Editor : Azwar Halim