TANA TIDUNG – Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) Kabupaten Tana Tidung untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 resmi digelar di Pendopo Djaparuddin, Tideng Pale, Selasa (15/5).
Acara ini dibuka Wakil Bupati Tana Tidung, Sabri, S.Pd., yang menyampaikan optimisme dan semangat baru di awal periode kepemimpinannya bersama Bupati Ibrahim Ali, S.P.
Dalam sambutan Bupati Tana Tiring Ibrahim Ali, yang dibacakan Wabup, menegaskan pentingnya Musrenbang sebagai forum kolaborasi untuk menyatukan visi, menyelaraskan prioritas pembangunan, dan mengevaluasi capaian sebelumnya.
“Musrenbang ini bukan hanya ajang formalitas, tapi wadah partisipatif yang jadi dasar dari kebijakan pembangunan kita ke depan,” ujar Sabri di hadapan para peserta.
Dengan penuh semangat, Sabri memperkenalkan visi besar pembangunan Kabupaten Tana Tidung untuk lima tahun ke depan:
“Tana Tidung Berdaya Saing, Adil, dan Sejahtera.”
Untuk mewujudkan visi tersebut, pemerintah daerah telah merumuskan lima misi utama, yang mencakup peningkatan kualitas SDM, pemberdayaan ekonomi-sosial-budaya, pembangunan infrastruktur dan desa mandiri, tata kelola pemerintahan yang profesional, serta keamanan dan pelestarian lingkungan.
Tak hanya itu, sejumlah program unggulan juga disiapkan sebagai motor penggerak pembangunan daerah:
Tana Tidung Unggul: Fokus pada pendidikan, kesehatan, olahraga, dan infrastruktur dasar.
Tana Tidung Peduli: Dorong pemberdayaan masyarakat, UMKM, serta pelestarian budaya dan lingkungan.
Desa Cermat: Wujudkan desa mandiri dan terintegrasi.
Tana Tidung Melayani: Perkuat pelayanan publik dengan digitalisasi birokrasi.
Tana Tidung Melaju: Percepat pembangunan pusat pemerintahan dan konektivitas ekonomi.
Musrenbang kali ini juga menetapkan tema pembangunan tahun 2026:
"Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Guna Meningkatkan Pemerataan dan Akses Layanan Dasar."
Tema ini mencerminkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Tana Tidung untuk mempercepat pembangunan infrastruktur sebagai kunci utama pemerataan wilayah. Pemerintah menargetkan peningkatan konektivitas antarwilayah, kemudahan akses layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, serta memperkecil kesenjangan antar desa dan kecamatan.
“Kami percaya bahwa infrastruktur yang merata akan memperkuat kualitas hidup masyarakat, membuka lapangan kerja, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta tangguh terhadap perubahan zaman,” terang Sabri.
Musrenbang RKPD 2026 diharapkan tidak hanya menjadi forum perencanaan, tetapi juga wadah untuk menyerap aspirasi nyata dari masyarakat.
“Kami butuh kontribusi aktif dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari ide, masukan, hingga kritik membangun. Semua demi kebijakan yang tepat sasaran dan berdampak nyata,” tutupnya.(ana)
Editor : Azwar Halim