TANA TIDUNG – Masyarakat Tana Tidung tak perlu khawatir akan kekosongan blangko e-KTP.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tana Tidung memastikan ketersediaan blangko selalu dalam kondisi aman, sehingga pelayanan administrasi kependudukan tetap berjalan lancar.
Kepala Disdukcapil Tana Tidung, Rahmawani, mengungkapkan bahwa pihaknya rutin mengajukan permintaan blangko ke Disdukcapil Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sebelum stok benar-benar habis.
"Jika stok kami sudah menipis, sekitar 200 hingga 500 keping, kami langsung mengajukan permintaan ke provinsi," ujarnya saat ditemui Radar Tarakan, Jumat (28/3).
Permintaan blangko e-KTP biasanya mencapai 2.000 keping dalam sekali pengajuan. Dalam setahun, jumlah yang diminta disesuaikan dengan kebutuhan di awal dan akhir tahun sesuai kondisi stok.
Saat ini, stok blangko e-KTP di Tana Tidung masih tersedia sekitar 1.900 keping.
Rahmawani juga menegaskan bahwa kendala utama dalam pencetakan e-KTP gangguan jaringan.
"Kalau jaringan terganggu, kami tidak bisa mencetak e-KTP. Tapi kalau soal blangko, sejauh ini aman," jelasnya.
Tak hanya e-KTP, Disdukcapil juga memastikan ketersediaan blangko Kartu Identitas Anak (KIA). Saat ini, terdapat sekitar 4.700 keping blangko KIA yang siap dicetak.
Realisasi penerbitan KIA di Tana Tidung telah mencapai lebih dari 90 persen. Hal ini didukung kebijakan yang mewajibkan bayi yang baru lahir langsung mendapatkan KIA, selain Kartu Keluarga (KK) dan akta kelahiran.
"Begitu bayi lahir, kami langsung menerbitkan KK, akta kelahiran, dan KIA. Ini mempermudah masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan sejak dini," pungkasnya.
Dengan kepastian ketersediaan blangko ini, diharapkan masyarakat Tana Tidung dapat mengurus dokumen kependudukan mereka tanpa hambatan.(ana)
Editor : Azwar Halim