TANA TIDUNG - Selain pengukuhan dan perpanjangan masa jabatan kepala desa, secara bersamaan juga dilakukan hal yang sama kepada TP PKK dan Bunda PAUD Desa. Pengukuhan dan perpanjangan masa jabatan dilakukan langsung Ketua TP PKK dan Bunda PAUD Tana Tidung Vamelia Ibrahim.
Dalam sambutannya istri Bupati Tana Tidung ini menjelaskan bahwa TP PKK dan Bunda PAUD mulai dari kabupaten hingga desa merupakan mitra kerja pemerintah di masing masingbtingkatan.
"Kenapa saya katakan begitu? Karena keberhasilan pemerintah daerah tidak jauh jauh dari peran TP PKK dan Bunda PAUD, karena menjadi ujung tombak," ujar Vamelia Ibrahim di Aula Bankaltimtara Cabang Tideng Pale, Senin (22/7).
Tidak hanya itu, Vamelia juga mengatakan ditunjuknya ia sebagai pembicara di tingkat nasional maupun provinsi lain juga merupakan peran dari TP PKK, Bunda PAUD dan kades.
Anggota DPRD Kaltara terpilih ini mengatakan diundang dengan membawa nama TP PKK dan Bunda PAUD.
"Cuma saya bingung kenapa saya yang diundang, KTT daerah paling kecil di Kaltara. Cuma saya berpikir tidak mungkin diundang kalau bukan karena berhasil menjalankan program program yang telah direncanakan " ungkap Vamelia.
Keberhasilan ini, sambung Vamelia, karena peran TP PKK, Bunda PAUD dan kades.Artinya keberhasilan ini juga merupakan keberhasilan TP PKK, Bunda PAUD dan kades yang ada di Tana Tidung.
"Ternyata kalian kalian (TP PKK, Bunda PAUD, dan kades) yang mengantar saya ke nasional, keberhasilan ini bukan keberhasilan saya tapi keberhasilan semua TP PKK, Bunda PAUD dan kades," ungkap Vamelia.
Vamelia menambahkan, untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) berkualitaa, ada dua hal yang menjadi konsentrasinya yaitu pendidikan dan kesehatan.
Ia pun mencontohkan daerah luar Kaltara, keberhasilan daerah dilihat dari dua hal tersebut.
"Di KTT di tahun 2022 angka status stuntingnya tertinggi di Kaltata, beberapa intervensi yang dilakukan TP PKK belum membuahkan hasil dan alhamdulillah di 2023 angka stunting berhasil diturunkan menjadi 15,1 persen dan ini merupakan penurunan tertinggi di Kaltara sehingga mengantarkan Kaltara di posisi tiga nasional penurunan angka stunting.
Karena itu saya mengucapkan terima kasih kepada semua stakeholder yang terlibat," beber Vamelia.
Begitu juga dengan literasi SD mengalami peningkatan menjadi 53,2 persen pada tahun 2023 dari sebelumnya hanya 40,7 persen.
Peningkatan ini juga termasuk yang tertinggi di Kaltara. Dan tak lepas dari program Vamelia yang menginginkan TP PKK maupun Bunda PAUD tidak hanya fokus pada 10 program pokok PKK.
"Saya menginginkan TP PKK juga mengelola TBM (taman baca masyarakat). Tapi sebenarnya TBM ini bukan program TP PKK, jadi tanggung jawab Pak Kades juga ada disitu,"ucapnya
Keberhasilan TBM di Tana Tidung juga sudah diakui nasional, sebab di Indonesia hanya TP PKK Tana Tidung yang menjalankan TBM.
Sehingga tak heran bantuan buku pun terus berdatangan salah satunya dari Perpustakaan Nasional senilai Rp 2 miliar.
"Tapi tidak mungkin bantuan ini ada kalau tidak melihat prestasi kita," tegas Vamelia.
Hanya saja, tambah Vamelia, satu yang menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi TP PKK dan Bunda PAUD di Tana Tidung, yakni masih tingginya kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.
"Itu yang saya sedihkan, KTT ini kecil tapi banyak terjadi kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.
Mungkin ke depan ini akan saya pikirkan bagaimana nanti ada program yang akan menyentuh anak anak yang mengalami kekerasan seksual ini ," ungkap Vamelia.(ana)
Editor : Azwar Halim