Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tana Tidung Arief Prasetiawan didampingi Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Didakus Pito mengatakan, dari rencana awal ruangan yang ada di Pelabuhan Kramat untuk kantor pelayanan seperti kantor Dishub, kantor KP3, dan unsur terkait lainnya termasuk juga digunakan untuk pelayanan khusus ibu menyusui atau ruangan laktasi.
“Kalau perlu, ada untuk tempat khusus merokok,” ujar Arief kala ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.
Karena saat ini kondisi belum memungkinkan, maka untuk dimanfaatkan untuk kantin atau kuliner. Artinya, selain kantor saat ini los yang dibangun juga untuk kuliner.
“Kalau tidak salah, tahun depan akan ada pengembangan pelabuhan penumpang speedboat reguler Kramat ini,” ujar Arief.
Rencananya, sambung Arief, akan ada penambahan dermaga, space parkir, dan tidak menutup kemungkinan juga untuk space kuliner.
“Tapi ini masih akan kami bicarakan, apakah nanti fungsinya untuk ke pelabuhannya atau kuliner,” terang Arief.
Namun, menurut pria yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Pemerintah Setkab Tana Tidung, jika dibenturkan dengan regulasi sulit dibangun untuk kuliner. “Sebenarnya lebih ke pelabuhan dulu, nanti efeknya baru ke kuliner,” jelas Arief lagi.
Pada intinya, sambung Arief, Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali berkeinginan memenuhi semua kebutuhan masyarakat dalam hal pelayanan transportasi.
“Seperti visi misi beliau, ada program prioritasnya, di antaranya itu KTT Ada dan KTT Melayani,” ucap Arief.
Sebelumnya dikatakan, Pemkab Tana Tidung berharap 5 slot izin speedboat reguler rute Tarakan-Tana Tidung (PP) yang telah diberikan Dishub Provinsi Kaltara dimanfaatkan.
“Agar masyarakat juga dapat terlayani maksimal,meski tidak sesuai dengan harapan pemiliki speedboat,” ujar Arief. Seperti diketahui, penggunakan speedboad reguler di Tana Tidung paling besar aparatur sipil negara (ASN).
“Sekitar 70 persen penumpang speedboat reguler adalah ASN. Speedboat penuh apabila ada kegiatan luar daerah,” jelas Arief. Meski begitu, pihaknya tetap berharap 5 slot izin trayek yang telah diberikan dimanfaatkan maksimal.(ana/har) Editor : Azwar Halim