SAMARINDA – Kabar kurang menggembirakan menghampiri lalu lintas angkutan laut di Kaltim. Jumlah penumpang kapal domestik pada Februari 2025 tercatat sebanyak 24.679 orang, mengalami penurunan signifikan sebesar 19,10 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana mengatakan penurunan tersebut terutama dipicu oleh berkurangnya jumlah penumpang di dua pelabuhan utama Kaltim, yakni Pelabuhan Semayang-Balikpapan dan Pelabuhan Bontang-Lhok Tuan.
Rilis BPS menunjukkan, Pelabuhan Semayang-Balikpapan mengalami penurunan jumlah penumpang yang cukup dalam, mencapai 28,69 persen. Sementara itu, Pelabuhan Bontang-Lhok Tuan juga mencatatkan penurunan yang tak kalah signifikan, yakni sebesar 26,06 persen.
Berbanding terbalik, Pelabuhan Samarinda justru menjadi satu-satunya pelabuhan besar di Kaltim yang mengalami peningkatan jumlah penumpang, meskipun tipis, sebesar 1,88 persen.
“Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (Januari-Februari 2024), total jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri pada periode Januari-Februari 2025 mengalami penurunan sebesar 11,28 persen. Penurunan paling tajam terjadi di Pelabuhan Semayang-Balikpapan, dengan angka mencapai 31,34 persen,” ungkapnya.
Namun, kabar baiknya datang dari Pelabuhan Samarinda dan Pelabuhan Bontang-Lhok Tuan yang justru mencatatkan peningkatan jumlah penumpang angkutan laut secara tahunan. Pelabuhan Samarinda mencatat lonjakan penumpang yang cukup signifikan, yakni sebesar 54,51 persen, sementara Pelabuhan Bontang-Lhok Tuan juga mengalami kenaikan sebesar 5,15 persen.
Meskipun mengalami penurunan yang cukup besar, Pelabuhan Semayang-Balikpapan masih menjadi pelabuhan tersibuk pada Februari 2025. “Dengan catatan 10.773 orang atau 43,65 persen dari total penumpang domestik. Diikuti oleh Pelabuhan Samarinda dengan 9.196 orang (37,26 persen) dan Pelabuhan Bontang-Lhok Tuan dengan 4.710 orang (19,09 persen),” sambungnya.
Penurunan jumlah penumpang angkutan laut domestik pada Februari 2025 itu kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi cuaca, berakhirnya masa liburan, atau perubahan preferensi masyarakat dalam memilih moda transportasi.
Meskipun demikian, peningkatan jumlah penumpang di Samarinda dan Bontang memberikan sedikit harapan akan potensi pertumbuhan di sektor angkutan laut Kaltim di masa mendatang. (ndu/jnr)
Editor : Azwar Halim