BONTANG - Komoditas cabai mengalami lonjakan harga lagi, Kamis (6/3). Setelah sebelumnya berada di angka Rp100 ribu tiap kilogramnya, kini menjadi Rp 130 ribu.
Salah satu pedagang di Pasar Taman Rawa Indah Aini mengaku komoditas tersebut didapatkan dari distributor.
“Ini dipasok dari Samarinda. Untungnya hanya sedikit kalau naik seperti ini,” kata Aini.
Baca Juga: Kepergok Pindahkan Solar Subsidi, Tak Punya Izin
Ia mengaku hanya mengambil sedikit tidak sampai 10 kilogram. Khawatir jika ketersediaan tersebut tidak habis dalam jangka pendek. Sebab umumnya konsumen hanya membeli dalam jumlah yang sedikit.
“Kenaikan harga ini membuat pembeli terkadang hanya membeli satu ons. Karena mahalnya mereka memilih beli sedikit,” ucapnya.
Biasanya Aini bisa mengambil 25 kilogram untuk jangka dua hari. Terkait dengan peningkatan harga ini, ia mengaku tidak mengetahui penyebabnya.
Baca Juga: Awal Maret, Empat Kasus Meresahkan Terungkap
Sementara salah satu pedagang makanan di Jalan Ahmad Yani Sri mengaku terkena dampak dengan lonjakan harga cabai.
“Ini saya mau buat sambal untuk dijual jadi berpikir. Terkadang pembeli yang meminta sambal banyak saya abaikan,” tutur dia.
Ia mengaku membeli di pasar Tamrin hari ini. Ketika mengetahui harganya mencapai Rp 130 ribu ia memilih membeli satu ons saja. Jumlah ini berbeda ketika harga cabai masih di angka Rp 50 ribu. “Kalau sehari-hari saya membeli seperempat kilogram,” terangnya.
Aini berharap ada langkah pemkot untuk menekan lonjakan harga cabai. Apalagi di jelang Idulfitri. Mengingat ketersediaan cabai di momentum tersebut biasanya terbatas. Akibatnya berdampak pada stabilitas harga.
“Momentum hari raya ini setahun sekali. Memang umumnya selalu ada kenaikah harga jelang Idulfitri. Seharusnya itu bisa dicegah,” pungkasnya. (kpg/jnr)
Editor : Azwar Halim