Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kinerja Perbankan Masih Solid

Radar Tarakan • Sabtu, 22 Februari 2025 | 09:00 WIB
ISTIMEWA Parjiman Kepala OJK Kaltim dan Kaltara
ISTIMEWA Parjiman Kepala OJK Kaltim dan Kaltara

PERTUMBUHAN kredit perbankan pada Desember 2024 mencapai 10,39 persen year on year (yoy).

Sedikit melambat dibandingkan November 2024 yang sebesar 10,79 persen yoy. Total kredit yang disalurkan mencapai Rp 7.827 triliun.

Adapun kredit investasi menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi, yaitu 13,62 persen, diikuti kredit konsumsi 10,61 persen dan kredit modal kerja 8,35 persen.

Bank BUMN menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit dengan angka 12,10 persen yoy.

“Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan juga mengalami peningkatan, tumbuh 4,48 persen yoy menjadi Rp8.837,2 triliun. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2023 yang hanya sebesar 3,73 persen yoy. Giro, tabungan, dan deposito masing-masing tumbuh sebesar 3,34 persen, 6,78 persen, dan 3,50 persen yoy,” ungkap Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim dan Kaltara Parjiman, Rabu (19/2).

Likuiditas industri perbankan pada Desember 2024 tetap memadai, dengan rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masing-masing sebesar 112,87 persen dan 25,59 persen.

Angka ini masih jauh di atas ambang batas yang ditetapkan. Kualitas kredit juga tetap terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,08 persen dan NPL net sebesar 0,74 persen.

“Tingkat profitabilitas bank (ROA) sebesar 2,69 persen menunjukkan kinerja industri perbankan yang tetap resilien dan stabil. Ketahanan perbankan juga tercermin dari permodalan (CAR) yang berada di level tinggi, yaitu sebesar 26,69 persen,” bebernya.

Porsi produk kredit buy now pay later (BNPL) perbankan tercatat 0,28 persen, namun terus mencatatkan pertumbuhan yang tinggi secara tahunan.

Per Desember 2024, baki debet kredit BNPL tumbuh 43,76 persen yoy menjadi Rp 22,12 triliun, dengan jumlah rekening mencapai 23,99 juta.

”Dalam rangka pemberantasan judi online, OJK telah meminta bank untuk melakukan pemblokiran terhadap 8.618 rekening yang terindikasi judi online. OJK juga terus memperkuat upaya pengawasan terhadap pemanfaatan rekening dorman,” kata dia.

Sepanjang 2024, pihaknya telah mencabut 17 izin usaha BPR dan 3 izin usaha BPRS. Selain itu, terdapat pula 2 BPR yang dicabut izin usahanya atas permintaan pemegang saham.

Secara keseluruhan, kinerja industri perbankan pada 2024 menunjukkan hasil positif.

Pertumbuhan kredit yang kuat, kualitas aset yang terjaga, likuiditas yang memadai, dan profitabilitas yang stabil menjadi modal penting bagi perbankan untuk menghadapi tantangan ekonomi 2025. (ndu/jnr)

Editor : Azwar Halim
#solid #pertumbuhan #dpk #kinerja #yoy