Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Investasi di Balikpapan Hingga Oktober Mencapai Rp 18 T

Radar Tarakan • Kamis, 5 Desember 2024 | 10:00 WIB
ANGGI PRADITHA/KP Hasbullah Helmi Kepala DPMPTSP Balikpapan
ANGGI PRADITHA/KP Hasbullah Helmi Kepala DPMPTSP Balikpapan

GELIAT pertumbuhan ekonomi terus menunjukkan tren positif di Kota Balikpapan. Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat sepanjang 2024 hingga Oktober telah menerbitkan 7.000 nomor induk berusaha (NIB) UMKM.

Kepala DPMPTSP Balikpapan Hasbullah Helmi mengatakan, terutama pertumbuhan UMKM ini mulai dari kafe hingga restoran. Artinya dominan yang mengurus NIB masih dari sektor usaha makanan jika melihat perizinan UMKM.

Sementara dari sisi nilai investasi terbesar masih disumbang dari proyek refinery development master plan (RDMP).

“Nominal investasi hingga Oktober triwulan III 2024 sudah masuk Rp 18 triliun,” katanya.

Sedangkan target nilai investasi tahun ini sebesar Rp 20 triliun. Helmi berharap, nilai ini bisa tercapai bahkan realisasi melebihi target. Dia optimistis terlebih berkaca dari capaian nilai investasi pada tahun lalu.

“Nilai investasi yang terkumpul pada 2024 sebesar Rp 24 triliun dari target awal Rp 18 triliun. Semoga tahun ini bisa lebih dari Rp 24 triliun,” ujarnya.

Helmi menjelaskan, biasanya perhitungan akumulasi nilai investasi ini dilakukan pada awal Januari. Selain itu, DPMPTSP juga mengurus untuk retribusi persetujuan bangunan gedung (PBG). Ada pun target retribusi PBG setelah APBD Perubahan 2024 sebesar Rp 20 miliar.

“Sekarang target sudah terlewati, total retribusi PBG Rp 21 triliun,” ucapnya.

Misalnya perizinan bangunan kos dan perumahan masih berjalan. Ada perizinan dari perumahan eksisting yang sudah ada, namun ingin memperluas kawasan perumahan.

“Karena kebutuhan hunian tinggi. Jadi sektor-sektor ini lagi ramai dan seksi,” tutupnya. (kpg/jnr)

Editor : Azwar Halim
#investasi #dpmptsp #umkm #Geliat #nim #pertumbuhan ekonomi #balikpapan