BALIKPAPAN - Dinas Pekerjaan Umum (PU) telah merampungkan pembebasan lahan Bendali Ampal Hulu. Harapannya pembangunan bendali bisa dibantu oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV.
Sehingga proyek fisik bisa menggunakan anggaran dari pemerintah pusat. Tidak melalui APBD kota.
Kepala BWS Kalimantan IV Yosiandi Radi Wicaksono, pihaknya akan meninjau dokumen pembebasan lahan Bendali Ampal Hulu.
Baca Juga: Penyaluran KUR Tembus Rp 84,91 Miliar
Terutama memastikan pembebasan lahan sudah rampung 100 persen.
“Harapannya kalau sudah selesai 100 persen, kami akan segera usulkan ke kementerian (Pekerjaan Umum) untuk ditangani,” katanya.
Dia menyadari, keberadaan Bendali Ampal Hulu begitu penting untuk mengatasi masalah utama banjir di Kota Beriman.
“Ini menjadi kunci pengendalian banjir DAS Ampal. Jadi sebaiknya reduksi banjir limpahan air dari atas,” sebutnya.
Seperti diketahui, kondisi banjir di wilayah DAS Ampal merupakan kiriman dari dataran tinggi dan akhirnya terkumpul di kawasan tersebut. Maka untuk mengatasi hal ini perlu dilakukan reduksi banjir.
Sehingga air bisa tertampung sementara di bendali terlebih dahulu. Sebelum masuk ke saluran primer DAS Ampal.
Baca Juga: Kecelakaan Mobil Dinas Satpol PP di Bontang Lestari, Satu Korban Meninggal Dunia
BWS Kalimantan IV menilai Bendali Ampal Hulu bisa menjadi solusi untuk mengurangi risiko banjir.
“Kami juga sudah lapor ke pjs wali kota Balikpapan untuk bantu surat ke pak menteri. Nanti BWS yang membantu untuk pembangunan bendali,” tuturnya.
Namun sebelum membangun, pihaknya harus memastikan proses pembebasan lahan sudah klir.
Baca Juga: Sakura ala Nusantara yang Hadirkan Nuansa Jepang, Menikmati Bunga Tabebuya yang Sedang Bermekaran
Seperti diketahui, Dinas PU memasukan proyek Bendali Ampal Hulu sebagai rencana jangka panjang penanganan banjir. Pemkot Balikpapan sudah merampungkan pembebasan lahan pada tahun ini.
“Kami sudah membebaskan lahan untuk membangun Bendali Ampal Hulu seluas 10 hektare,” kata Kabid SDA dan Drainase Dinas PU Jen Supriyanto.
Lokasinya terbagi di Kelurahan Gunung Samarinda seluas 3 hektare dan 7 hektare di Kelurahan Gunung Samarinda Baru.
Seusai pembebasan lahan, tahapan selanjutnya menyusun analisis dampak lingkungan (Amdal). “Semoga Amdal bisa selesai akhir tahun ini. Jadi tahun depan bisa langsung bangun fisik,” ujarnya.
Bendali Ampal Hulu beserta pintu-pintu air akan sangat membantu menahan debit air di kawasan Beller dan sekitarnya.
Nantinya melalui bendali bisa mereduksi aliran air yang berasal dari beberapa drainase sekunder atau tersier.
Baca Juga: Prospek Ekonomi di Tengah Tekanan Global, Kutim dan Balikpapan Jadi Destinasi Investasi
Misalnya Kampung Timur, Perumahan Depsos, Tumaritis, Grand City, hingga Sumber Rejo. Air bisa tertampung di Bendali Ampal Hulu agar beban tidak langsung masuk ke drainase primer Ampal. Serta mengurangi luapan air di Beller.
Sedangkan yang kerap terjadi saat ini, aliran air langsung masuk ke saluran primer. Itu yang membuat daerah Beller sangat rentan tergenang.
Terutama ketika hujan deras dengan durasi cukup lama. (gel/ind/har)
Editor : Azwar Halim