SAMARINDA – Masyarakat Kaltim yang ingin memulai atau memperbesar usaha makin mudah. Sebab pemerintah terus berusaha memudahkan akses permodalan.
Saat ini, Kaltim memiliki satu Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) provinsi dan di setiap kabupaten-kota.
TPKAD provinsi memiliki program unggulan berbasis digital untuk mempermudah proses pengajuan dan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) lewat KURKaltim.com.
“Sampai September 2024, telah memfasilitasi pengajuan 631 debitur KUR dengan total pengajuan sebesar Rp 60,13 miliar,” beber Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur & Kalimantan Utara Parjiman, Selasa (22/10).
Dia juga menyampaikan mengenai Kredit Kukar Idaman (KKI), salah satu program Kredit Pembiayaan Melawan Rentenir (KPMR).
Bertujuan memberantas praktik rentenir dan memberi bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM. Program ini dijalankan TPAKD tiap kabupaten/kota dengan nama berbeda sesuai karakteristik daerah masing-masing.
“TPAKD Kutai Kartanegara (Kukar) mencatatkan realisasi plafon penyaluran hingga posisi 30 September senilai Rp 13,51 miliar kepada 1.293 debitur dari pelaku UMKM sektor pertanian, perikanan, pengolahan, serta perdagangan dan jasa,” lanjut Parjiman.
Kredit Berusaha, Beruntung, Berkah (Bertuah) sebagai program KMR TPAKD Samarinda telah salurkan Rp 11,27 miliar kepada 536 debitur pelaku usaha produktif hingga akhir September.
TPAKD Samarinda pada tahun sebelumnya juga telah jalankan program desa ekosistem keuangan inklusif (EKI) di Desa Budaya Pampang.
Diluncurkan 26 Juni 2023 dengan rangkaian kegiatan inkubasi dalam rangka peningkatan akses produk layanan keuangan masyarakat.
“OJK Kaltim dan Kaltara pada tahun ini mendorong TPAKD Kukar untuk mengimplementasi EKI sebagai salah satu program kerja. Adapun perkembangan saat ini sudah dilakukan kunjungan pemetaan potensi desa bersama dengan lembaga jasa keuangan (LJK) sekitar. Hasil pemetaan didapatkan penetapan desa yang akan menjadi implementasi EKI adalah Desa Pela,” ungkap Parjiman.
Potensi pariwisata Desa Pela cukup menjanjikan. Wisata sungai, ekowisata hingga kunjungan budaya adalah beberapa aktivitas yang bisa menarik wisatawan untuk datang. Tawarkan daya tarik wisata dengan susur sungai dan Danau Semayang.
Lebih lanjut, Parjiman juga paparkan perkembangan TPAKD Balikpapan. Dilaksanakan kegiatan penetapan dan inkubasi ekosistem keuangan inklusif di Wisata Kelurahan Teritip Agro Wisata Pringgodani.
Pelaksanaan itu bersinergi bersama pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) PT BPD Kaltimtara dan Dinas Koperasi. Memberikan penyuluhan sosialisasi pengembangan kepada lebih dari 70 UMKM di Kelurahan Teritip.
“Sebagai upaya untuk meningkatkan inklusi keuangan syariah kepada santri, OJK bersama PUJK Syariah melaksanakan kegiatan Penetapan Ekosistem Pesantren Inklusif Keuangan Syariah (EPIKS) dengan kegiatan edukasi keuangan syariah dan Pasar Modal Syariah di Pondok Pesantren Hidayatullah,” jelas Parjiman.
Pada kegiatan penetapan EPIKS, telah dilaksanakan edukasi keuangan syariah dan product matching oleh PUJK Syariah.
Dilakukan juga pembukaan 100 rekening santri untuk meningkatkan inklusi keuangan syariah dan menciptakan perilaku dan kebiasaan pengelolaan keuangan yang bijaksana bagi santri.
“Selain itu, peran OJK sebagai pengarah TPAKD di beberapa daerah turut mengarahkan serta memberi masukan dalam penyusunan program kerja. Sebagaimana merujuk pada petunjuk teknis yang ada. Terdapat banyak pilihan program kerja yang diimplementasikan. OJK proaktif dan kolaboratif menjalankan perluasan akses keuangan di Kaltim dan Kaltara melalui forum koordinasi TPAKD,” pungkasnya. (ndu/jnr)
Editor : Azwar Halim