JALAN yang disebut-sebut mulai dicor adalah jalan tol ke Bandara Very-Very Important Person (VVIP) Ibu Kota Negara (IKN) dari Pantailango, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU) ke Istana Garuda, IKN Nusantara di Kecamatan Sepaku, PPU.
Bukan jalan akses masyarakat tiga Kelurahan Gersik, Pantailango, Jenebora (bukan Riko, seperti diberitakan) Kecamatan Penajam, PPU, yang terpotong pembangunan runway bandara.
“Jadi, sampai sekarang ini kami belum dibangunkan jalan pengganti untuk akses masyarakat pada tiga kelurahan. Jalan kami selebar 8 meter sepanjang 700 meter hingga 1 kilometer terpotong oleh pembangunan runway bandara,” kata Abdul Rasyid, ketua RT 4 Gersik, Kecamatan Penajam, PPU, Kamis (10/10).
Dia mengatakan, akses jalan mereka itu terpotong sejak Oktober 2023, dan belum diganti dalam bentuk dibangunkan jalan baru, hingga kini.
Sudah pernah dilakukan pertemuan konsultasi masyarakat pada tiga kelurahan dengan Pejabat Pembuat Komitmen, Satuan Kerja Direktorat Bandar Udara VVIP IKN, Muhammad Anis, Rabu (21/8).
“Pertemuan di Kantor Kecamatan Penajam itu membahas di antaranya mengenai proses penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan persiapan membangun jalan pengganti yang terpotong runway. Kalau tidak salah telah dianggarkan Rp 1,2 triliun untuk proyek jalan pengganti, namun hingga kini rencana pembangunan jalan itu belum terlaksana,” kata Abdul Rasyid.
Dia menjelaskan ini menanggapi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Setkab PPU, Nicko Herlambang, seperti dilansir media ini, Kamis (10/10).
Nicko Herlambang menginformasikan, bahwa jalan yang saat ini dimanfaatkan oleh warga tiga kelurahan itu sedang tahap pengecoran.
“Rencananya bulan depan jalan untuk masyarakat sudah dialihkan di sepanjang pagar runway itu,” kata Nicko Herlambang.
Pemanfaatan jalan sepanjang pagar runway ini sebelumnya sejalan dengan penjelasan Abdul Rasyid yang menyebutkan, selama belum dibangun jalan pengganti, warga memang ada yang memanfaatkan jalan tersebut untuk berbagai kepentingan sosial.
Namun, itu disebutnya bukan sebagai jalan pengganti. Jalan itu pun dikeluhkan warga karena rusak, berlumpur, licin.
Akibat jalan terpotong, kata Abdul Rasyid dalam pemberitaan kemarin, aktivitas masyarakat sehari-hari terganggu, mulai dari mobilitas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga perputaran roda perekonomian.
“Kami terpaksa melewati jalan samping bandara yang sempit dan bercampur dengan lalu lintas proyek. Kondisi jalan yang licin, terutama saat musim hujan, kerap memicu kecelakaan. Baru-baru ini, ada guru terjatuh dari sepeda motor akibat jalan berlumpur dan licin,” katanya.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Setkab PPU, Nicko Herlambang, saat dihubungi lagi, Kamis (10/10), ia mengatakan, bahwa warga harus bersabar karena rencana pembangunan penggantian jalan yang terpotong itu telah diprogramkan.
“Tolong disampaikan, bahwa kami telah mendesak untuk jalan pengganti yang kini telah berproses itu agar segera dibangun, dan warga diminta bersabar,” kata Nicko Herlambang. (kpg/jnr)
Editor : Azwar Halim