Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Jangan Panic Buying, Stok Kebutuhan Aman hingga Lebaran, Jaga Ritme Distribusi Pasokan dan Harga Bahan Pokok   

Radar Tarakan • Selasa, 26 Maret 2024 | 10:33 WIB
STOK AMAN: Masyarakat diimbau tidak membeli kebutuhan pokok secara berlebihan dan menumpuknya di rumah. Sebab hal itu akan mengancam ketersediaan bahan pokok di pasaran.
STOK AMAN: Masyarakat diimbau tidak membeli kebutuhan pokok secara berlebihan dan menumpuknya di rumah. Sebab hal itu akan mengancam ketersediaan bahan pokok di pasaran.

SAMARINDA – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DP2KUKM) Kaltim memastikan stok kebutuhan masyarakat tersedia dalam jumlah cukup menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1445 H. Mulai beras, gula, minyak goreng, tepung terigu, telur, daging sapi dan ayam, bawang merah dan putih hingga cabai.

Kepala DP2KUKM Kaltim Heni Purwaningsih mengimbau agar masyarakat tak panic buying. Tidak membeli secara berlebihan komoditas kebutuhan pokok dan menumpuknya di rumah. Justru hal itu akan mengancam ketersediaan komoditas bahan pokok di pasaran.

Menurut Data Pasokan Indikatif yang dihimpun DP2KUKM per Maret 2024 ini, rata-rata ketahanan barang kebutuhan pokok di 10 kabupaten/kota dalam kondisi aman.

“Stok cukup sampai Lebaran. Puasa dan Lebaran aman. Masyarakat tidak perlu panic buying. Kita pastikan aman,” bebernya saat keterangan pers di Kantor Diskominfo Kaltim, Jumat (22/3).

Dalam momentum HBKN, memang ada kecenderungan kenaikan permintaan kebutuhan pokok. Termasuk selama Ramadan dan jelang Idulfitri. Meski masyarakat tengah berpuasa, nyatanya kebutuhan pokok justru terus meningkat.

“Konsumsi makan memang berkurang, tapi riilnya justru permintaan meningkat. Karena harus bikin takjil dan sebagainya,” lanjut dia.

Kaltim yang masih mengandalkan komoditas dari luar daerah, tentu harus berusaha menjaga ritme distribusi pasokan dan harga bahan pokok agar tetap stabil. Pihaknya menyebut jika terus menjalin kerja sama dengan berbagai daerah pemasok untuk memastikan ketersediaan komoditas bahan pokok terjamin.

“Kami sudah menyediakan banyak alternatif pemasok. Bahkan sudah menjalin kerja sama perdagangan dengan 10 provinsi. Jadi, bahan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng itu aman tersedia dengan beragam merek,” paparnya.

Sebelumnya, pemerintah daerah juga telah meresmikan Toko Penyeimbang atau Kios Sigap (Siap Jaga Harga dan Pasokan) di Lantai 2 Pasar Segiri (belakang Segiri Grosir) Samarinda pada 3 Maret lalu. Menyediakan stok kebutuhan pokok dengan harga terjangkau yang bisa langsung diakses masyarakat.

Mengintervensi harga bahan pokok tinggi (bapokting) yang tidak wajar. Apalagi, jelang Lebaran, bukan hal asing ketika beberapa kebutuhan pokok harganya kian melambung. Oleh karena itu, diciptakanlah toko penyeimbang pertama dan satu-satunya di Benua Etam itu. (ndu/k15)

Editor : Azwar Halim
#samarinda #IKN #kaltim