JAKARTA - Calon Gubernur Jakarta Ridwan Kamil (RK) menyebut bahwa kebijakan terkait ojek online (ojol) tak dapat diatasi di level provinsi. Hal itu sehubungan dengan rencana Cagub Jakarta dari PDI-P, Pramono Anung yang akan membuat ojol jadi pekerja formal dengan gaji UMR.
"Ada kebijakan-kebijakan yang levelnya, ngomongin ojol kan menyangkut tidak hanya Jakarta, berarti kan se-Indonedia raya," ujarnya kepada wartawan, Rabu (18/9).
Namun begitu, mantan Gubernur Jawa Barat itu mengaku akan menyampaikan aspirasi para ojol yang menginginkan menjadi formal ke tingkat pemerintah pusat.
Baca Juga: Si Doel Janji Akan Benahi Persoalan Kemacetan
"Idenya kurang lebih begitu. Jadi aspirasinya nanti diperjuangkan, hanya keputusan itu adanya di level pusat," pungkas RK.
Sebelumnya, Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menebar janji manis bagi kalangan pengemudi ojek online alias ojol.
Dia berjanji bila terpilih menjadi gubernur DKI Jakarta akan menjadikan ojek online sebagai pekerjaan formal.
"Pada ojol saya ingin melakukan perubahan yang mendasar. Ojol selama ini kan menjadi bukan pekerja yang formal, dalam konteks pemikiran saya di IKN, kami juga membahas bahwa ojol akan menjadi formal," ujar Pramono, Senin (16/9).
Dia menilai, mengubah ojol sebagai pekerjaan formal akan memberikan kepastian pendapatan. Sebab, para pengendaranya akan rutin menerima gaji dari perusahaan.
"Kalau formal maka pendapatannya minimum UMR. Kemudian, diatur bisa lebih dari itu. Jadi, pemerintah sedang merumuskan itu. Nah, kalau nanti saya menjadi Gubernur Jakarta, saya akan mendorong itu. Sehingga ada kepastian pendapatan dan juga pelayanan kepada ojol ini dilakukan oleh pemerintah," imbuhnya. (jpg/har)
Editor : Azwar Halim