Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

 Isu PDIP Merapat ke Pemerintah, PKB Serahkan ke Prabowo

Radar Tarakan • Jumat, 13 September 2024 | 10:13 WIB
DEMOKRASI: Wakil Sekjen PKB  Syaiful Huda (kiri) mengatakan jika PDIP merapat ke pemerintahan mendatang, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke Prabowo. (Fedrik Tarigan/ Jawa Pos)
DEMOKRASI: Wakil Sekjen PKB  Syaiful Huda (kiri) mengatakan jika PDIP merapat ke pemerintahan mendatang, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke Prabowo. (Fedrik Tarigan/ Jawa Pos)

JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syaiful Huda mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke Prabowo Subianto sebagai presiden terpilih terkait isu PDI Perjuangan bakal bergabung ke dalam pemerintahan Prabowo-Gibran 5 tahun mendatang.

Ia memastikan, PKB mendukung apapun keputusan Prabowo terkait koalisi pemerintahan ke depan.

"Itu sekali lagi sepenuhnya kewenangan Pak Prabowo sebagai presiden terpilih," kata Syaiful Huda di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/9).

 Baca Juga: SBY Sebut Prabowo Punya Idealisme dan Agenda yang Jelas

Meski demikian, Syaiful mengaku dirinya belum mengetahui secara pasti apakah Prabowo bakal mengajak PDIP untuk bergabung ke dalam koalisi pemerintahan 5 tahun ke depan. Namun, ia memahami

Prabowo ingin merangkul semua elemen bangsa untuk bergotong royong membangun bangsa.

"Saya tidak tahu persis yah, tetapi kalau melihat statement, gesture dan spirit Pak Prabowo kan ini merangkul semuanya. Saya tidak tahu persis, merangkul itu per definisi langsung masuk kabinet, semua partai termasuk PDIP atau tidak," ucap Syaiful.

 Baca Juga: RIDO Usung Program Rp 200 Juta Per RW

Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani sebelumnya membenarkan, rencana pertemuan Megawati Soekarnoputri dengan presiden terpilih Prabowo Subianto. Puan mengungkapkan bahwa pertemuan itu merupakan sebuah silaturahmi penting.

“Ya akan (bertemu), InsyaAllah. Ya banyak lah (yang dibahas). Kalau sudah bertemu kan pasti membahasnya banyak hal,” ucap Puan usai memimpin Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9).

Puan tidak menampik akan ada pembicaraan kemungkinan PDIP bergabung pada kabinet Prabowo. Namun, Puan menyebut pertemuan itu sebuah silaturahmi penting.

 Baca Juga: Kotak Kosong  Menang, Pilkada Diulang

“Silaturahmi penting, akan ada pertemuan, insya Allah iya. Bahwa akan ada pembicaraan sampai ke situ, kita tunggu saja,” tutur Puan.

Puan juga tidak memberi kepastian kapan waktu pertemuan Megawati dan Prabowo. Namun, ia mengisyaratkan pertemuan keduanya akan dilakukan sebelum pelantikan Prabowo sebagai presiden pada 20 Oktober mendatang.

“Nanti kalau sudah pada waktunya pasti teman-teman media juga tahu. Insya Allah (sebelum 20 Oktober 2024),” ungkap Puan.

 Baca Juga: Bantah Dua  Kali Mangkir Rapat Pansus Haji DPR

Lebih lanjut, Puan menegaskan saat ini belum ada rencana PDIP bergabung pada koalisi Prabowo. Namun, Puan memastikan komunikasi dengan Prabowo selalu berjalan baik.

“Masih terlalu jauh (pembahasan soal kabinet) dan komunikasi sudah kita lakukan. Kan saya juga sering ketemu Mas Prabowo di acara-acara Pak Prabowo. Jadi ya selalu berkomunikasi, selalu bersilaturahmi,” pungkas Puan. (jpg/har)

Editor : Azwar Halim
#pdi #Prabowo Gibran #Isu PDIP #jakarta #Prabowo Subianto #pkb