Shin Tae-yong mencoret Saddil Ramdani dari daftar final pemain Timnas Indonesia dengan alasan yang tidak dia sebutkan. Bahkan, saat konferensi pers sebelum laga pada Minggu (14/1), Shin Tae-Yong menolak untuk memberi komentar mengenai pencoretan pemain Sabah FC tersebut.
Setelah dicoret dan digantikan oleh Adam Alis, Saddil Ramdani memilih untuk pulang ke kampung halamannya, Muna, Sulawesi Tenggara, guna berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara.
Sebenarnya, pemain berusia 25 tahun tersebut bisa saja memilih untuk tetap tinggal di Qatar dan menyaksikan rekan-rekannya berjuang di lapangan dari tribun. Namun, Saddil lebih memilih untuk pulang.
Pemain dengan julukan Gocekan Pecel Lele itu juga sempat mencurahkan isi hatinya dalam unggahan di Instagram pribadinya @saddilramdanii. Dia mengunggah foto bersama pelatih Sabah FC, Ong Kim Swee, dengan caption yang cukup menarik perhatian.
“Never give up, work where you are respected. Remember the laws of nature remain in force,” tulis Saddil dalam captionnya.
Apabila diartikan ke dalam Bahasa Indonesia, caption tersebut memiliki makna “Jangan pernah menyerah, bekerjalah di mana kamu dihormati. Ingat hukum alam tetap berlaku,” disertai dengan tagar happy holiday setelahnya.
Unggahan tersebut menuai beragam respon dari warganet. Ada yang memberi semangat, ada pula yang mempertanyakan captionnya.
“Dicoret bukan berarti tidak menghormati. Jika kamu complain terhadap keputusan, justru kamu yang tidak menghormati. Tetap semangat!” tulis akun @sabbataizevii disertai emoji cinta.
“Kamu hebat, kamu keren banget dil, aku bangga,” kata @danasanitiya.
“Semoga tetap semangat pantang menyerah bang, nanti masuk timnas lagi,” kata fandom_id dengan emoji berapi-api.
Saddil kini sedang menikmati masa libur di kampung halamannya, Muna, sebelum kembali ke Sabah guna melanjutkan perjuangan bersama klub Malaysia tersebut. Momen liburan yang sedang dijalani Saddil dibagikan melalui cerita di Instagram pribadinya, terlihat dia sedang berada di sebuah sungai yang berada di Muna, Sulawesi Tenggara. (jpg/jnr) Editor : Azwar Halim