NUNUKAN - Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Nunukan diperkuat melalui kolaborasi kepolisian dengan tokoh adat, tokoh masyarakat dan organisasi kepemudaan.
Kapolres Nunukan AKBP Ruslaeni usai menemui jajaran DPC Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan (LPADKT) Kabupaten Nunukan menegaskan pertemuan ini sebagai upaya membangun komunikasi dan memperkuat sinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Menurutnya, silaturahmi dengan tokoh adat dan masyarakat menjadi salah satu langkah awal yang dilakukannya setelah dipercaya memimpin Polres Nunukan. “Sebagai Kapolres baru, sudah menjadi adab saya untuk bersilaturahmi dengan tokoh adat dan tokoh masyarakat yang ada di Kabupaten Nunukan,” ucap AKBP Ruslaeni, Kamis (3/9).
Dijelaskan, komunikasi dengan para tokoh adat, tokoh masyarakat memiliki peran penting, terutama dalam menghadapi potensi karhutla yang meningkat di tengah kondisi kemarau yang ekstrem.
Ruslaeni mengakui, sebagian masyarakat di Kalimantan Utara masih memiliki kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar. Namun, cara tersebut berisiko menimbulkan kebakaran yang sulit dikendalikan ketika kondisi cuaca panas dan kering.
Karena itu, Polres Nunukan mendorong tokoh adat dan tokoh masyarakat ikut menyampaikan imbauan kepada warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Kami sudah berkomunikasi dengan tokoh adat dan tokoh masyarakat untuk mengimbau masyarakat. Di tengah cuaca kemarau ekstrem, kalau membuka lahan dengan cara dibakar, api akan mudah menyebar ke mana-mana,” katanya.
Ia menegaskan, masyarakat tetap dapat melakukan aktivitas pembukaan lahan, namun diharapkan menggunakan cara yang tidak berpotensi memicu kebakaran. “Silakan membuka lahan, namun tidak dengan cara dibakar,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPC LPADKT Kabupaten Nunukan Ryan Antoni menyambut positif komunikasi yang dibangun Kapolres Nunukan dan jajaran dengan organisasi masyarakat adat dan kepemudaan.
Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan organisasi masyarakat diperlukan untuk menjaga situasi kamtibmas sekaligus menghadapi persoalan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Kami sebagai ormas kepemudaan merasa bangga dengan kunjungan Kapolres. Ini menjadi momentum untuk bersama-sama bersinergi menjaga kamtibmas,” jelasnya.
Ia menilai komunikasi semacam itu perlu dilakukan secara berkelanjutan. Selain memperkuat koordinasi, organisasi kepemudaan juga membutuhkan pembinaan dan arahan dari aparat penegak hukum.
“Kegiatan seperti ini perlu intens dilaksanakan. Bagaimanapun kami membutuhkan nasihat dan pembinaan sebagai organisasi kepemudaan,” harapnya.
Terkait karhutla, Ryan menyatakan LPADKT siap ikut mengedukasi masyarakat mengenai risiko pembukaan lahan dengan cara membakar, khususnya di tengah kondisi cuaca yang kering.
Upaya pencegahan, akan dilakukan melalui pendekatan adat dan komunikasi langsung dengan masyarakat. “Kami berkomitmen ikut menjaga dan mengimbau masyarakat. Kami akan membangun komunikasi melalui tokoh adat,” bebernya.
Tak hanya masyarakat, LPADKT juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan berskala besar. Korporasi diminta memastikan kegiatan pembukaan lahan tidak menjadi sumber munculnya titik api yang dapat berkembang menjadi karhutla.
"Kolaborasi antara kepolisian, tokoh adat, masyarakat dan organisasi kepemudaan diharapkan mampu memperkuat pencegahan karhutla," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT