Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dishut Kaltara Update Informasi Karhutla per 8 Jam

I
Penulis: Iwan RT❯
KARHUTLA: Proses pemadaman api pada salah satu titik kebakaran di Tanjung Palas Timur, Bulungan. FOTO: DISHUT KALTARA
KARHUTLA: Proses pemadaman api pada salah satu titik kebakaran di Tanjung Palas Timur, Bulungan. FOTO: DISHUT KALTARA

Advertisement

TANJUNG SELOR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) hingga kini masih terus terjadi. Hingga hari ini, Kamis (3/9) sejumlah pihak terkait masih berjibaku bahu-membahu untuk melakukan upaya pemadaman.

Salah satunya dari Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara. Selain ‘menerjunkan’ personel untuk membantu melakukan pemadaman, tim dari Dishut Kaltara juga terus melakukan update informasi karhutla yang terjadi per 8 jam sekali.

“Jadi setiap 8 jam itu ada kebakaran lagi atau tidak? Apakah ada tim yang turun? Kemudian di tanggal berapa api sudah berhasil dipadamkan? Jadi semua terlihat dari data update per 8 jam itu,” ujar Kepala Dishut Kaltara, Nur Laila kepada Radar Tarakan, Kamis (3/9).

Advertisement

Seperti kebakaran yang terjadi di daerah Sajau, Tanjung Palas Timur, Bulungan, misalnya. Jika dikatakan bahwa di daerah itu tidak ada kebakaran yang padam, itu tidak benar. Karena kebakaran pada 17 Agustus itu sudah padam pada 23 Agustus.

“Untuk muncul titik api pada 29 Agustus itu, kejadian baru lagi dan itu juga sudah berhasil dipadamkan. Itu terjadi pada titik yang berbeda,” jelasnya.

Artinya, bukan tidak api yang padam, tapi ada kebakaran baru lagi. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, sekalipun untuk di Kaltara ini ada peraturan daerah (perda) kearifan lokal yang mengatur tentang hal itu.

Advertisement

Terhadap persoalan ini, setiap daerah itu memiliki karakteristik tanah yang berbeda-beda. Ada yang tanah kapur, tanah humus, hingga tanah gambut. Seperti terbakar di wilayah Tanjung Palas Timur baru-baru ini merupakan tanah gambut.

“Itu ketebalan gambut di sana sampai sedada orang dewasa. Jadi, jika tidak ditangani dengan teliti, bisa saja di atas sudah padam, tapi di bawah masih menyala. Untuk gambut ini, semakin dalam dia maka akan semakin lama proses pemadamannya,” tutur Nur Laila.

Sebenarnya di Dishut Kaltara, itu sudah ada alat untuk pemadaman di kawasan gambut, yang maka dia ditusuk ke dalam tanah agar airnya menyerap sampai ke bagian dalam atau bagian bawah dari tanah gambut tersebut.

“Tapi itu juga pastinya terbatas. Apalagi kalau lahan gambut yang terbakar itu luas,” sebutnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Kasus ISPA di Tana Tidung Tembus 2.870, Oktober Kembali Meningkat

Kasus ISPA di Tana Tidung Tembus 2.870, Oktober Kembali Meningkat

Kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di Kabupaten Tana Tidung mencapai 2.870 kasus selama minggu pertama hingga minggu ke-41 tahun

Asap Karhutla Lintas Provinsi Kembali Kepung Tarakan, Jarak Pandang Sempat 1.500 Meter

Asap Karhutla Lintas Provinsi Kembali Kepung Tarakan, Jarak Pandang Sempat 1.500 Meter

Setelah beberapa hari kondisi udara relatif cerah, kabut asap kembali menyelimuti Tarakan. Perubahan ini terpantau dari jarak pandang yang s

BDR di Tarakan Fleksibel, Sekolah Bisa Pulangkan Siswa saat Asap Memburuk

BDR di Tarakan Fleksibel, Sekolah Bisa Pulangkan Siswa saat Asap Memburuk

Kebijakan belajar dari rumah (BDR) bagi siswa di Tarakan di tengah kondisi kabut asap belum diterapkan secara seragam di seluruh sekolah. Sa

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer