Kabut Asap Mengancam Penerbangan, UPBU Nunukan Tingkatkan Pemantauan

Asrullah RT • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 20:28 WIB
PERKETAT : Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Nunukan memperketat pemantauan cuaca ditengah kabut asap yang menyelimuti Nunukan sejak Minggu, (3/9). 
PERKETAT : Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Nunukan memperketat pemantauan cuaca ditengah kabut asap yang menyelimuti Nunukan sejak Minggu, (3/9). 

NUNUKAN - Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Nunukan menjadi perhatian serius atas konektivitas trasnportasi udara. Terutama penerbangan dari Bandara Nunukan menuju kawasan pedalaman dan perbatasan seperti dataran tinggi Krayan. 

Di tengah kondisi jarak pandang yang dapat berubah sewaktu-waktu, Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Nunukan memperketat pemantauan cuaca. Ini bertujuan untuk memastikan penerbangan tetap berlangsung dengan mengutamakan keselamatan dan kelancaran akses masyarakat.

Dan berdasarkan pantauan, hingga Rabu (2/9), aktivitas penerbangan dari Bandara Nunukan menuju sejumlah wilayah pedalaman masih berjalan normal. Hal itu disampaikan Teknisi Penerbangan Terampil sekaligus anggota Pengawas Internal Bandara Nunukan, Nandus.

Baginya, pemantauan secara berkala terhadap kondisi visibility atau jarak pandang terus dilakukan. Pemantauan tersebut sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan perubahan kondisi udara akibat kabut asap yang dapat memengaruhi aktivitas penerbangan.

“Untuk update data per tanggal 2 September 2026, penerbangan masih aman dan lancar. Tidak ada kendala. Kami juga selalu meng-update visibility atau jarak pandang setiap hari demi kepentingan penerbangan di Nunukan,” ucap Nandus, kemarin. 

Menurutnya, kondisi jarak pandang di Bandara Nunukan sempat mengalami penurunan dalam dua hingga tiga hari sebelumnya hingga berada di angka sekitar 1,5 kilometer. Kondisi tersebut menjadi perhatian petugas bandara untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu operasional penerbangan.

Namun, kondisi tersebut berangsur membaik, jarak pandang kembali meningkat sehingga penerbangan dapat terus berlangsung dengan normal. "Memang sempat dua atau tiga hari yang lalu visibility kita berada di angka 1.500 meter. Itu sudah diantisipasi bandara dengan berbagai kemungkinan. Syukurnya kemudian semuanya kembali normal dan visibility sudah di atas 3.000 meter," ungkapnya.

Ia menegaskan, pemantauan terus dilakukan mengingat kabut asap juga memengaruhi sejumlah wilayah di sekitarnya. Dan selain melakukan pemantauan internal, UPBU Kelas III Nunukan juga terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia atau Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) Cabang Nunukan.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan setiap perkembangan kondisi cuaca dan ruang udara dapat segera diketahui sebagai dasar dalam menjaga keselamatan operasional penerbangan.
“Kami senantiasa berkoordinasi dengan LPPNPI Nunukan dan dari mereka juga menginformasikan bahwa kondisi masih baik-baik saja untuk saat ini," pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
kabut asap nunukan penerbangan