NUNUKAN - Kondisi bangunan SD Negeri 006 Sembakung Atulai Bergantian, Kecamatan Sembakung Atulai, membutuhkan perhatian serius. Selain keterbatasan ruang kelas, sejumlah bagian bangunan sekolah seperti atap dan plafon mengalami kerusakan hingga menyebabkan ruang belajar kerap kebocoran saat hujan.
Hal itu terungkap ketika Kepala Desa Liuk Bulu, Acong melakukan peninjauan langsung ke SD Negeri 006 Sembakung Atulai yang beralamat di Jalan Tanjung Matol. Menurutnya, kondisi fisik bangunan sekolah memerlukan perhatian serius dan penanganan segera.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, sebanyak 71 peserta didik di sekolah tersebut. Dengan kondisi ruang kelas yang tersedia saat ini sudah tidak memadai dan tidak cukup menampung seluruh siswa-siswi. Sehingga, kegiatan pembelajaran terpaksa dilaksanakan secara bergantian.
"Situasi ini menurutnya memengaruhi kenyamanan dan kelancaran proses belajar mengajar. Selain itu, atap dan plafon bangunan telah mengalami kerusakan. Saat turun hujan, air sering bocor dan masuk ke dalam ruang kelas, yang semakin mengganggu kegiatan belajar serta membahayakan siswa-siswi," ucap Acong, Jumat (28/8).
Dijelaskan, kondisi bangunan sekolah secara keseluruhan juga terlihat memprihatinkan. Mulai dari bagian atap, plafon hingga struktur penyangga banyak yang rusak dan lapuk. Tak hanya itu, lokasi sekolah kerap terendam banjir memperparah kerusakan gedung.
"Penanganan segera menjadi sangat mendesak. Koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Sembakung Atulai terkait rencana perbaikan dan renovasi gedung sekolah ini sudah dilakukan. Selanjutnya, membahas langkah-langkah tindak lanjut yang akan disampaikan ke Pemkab Nunukan," bebernya.
Ia menegaskan, pihaknya juga telah mengusulkan kebutuhan perbaikan gedung melalui Musrenbang. Dan meminta perhatian khusus kepada Pemkab Nunukan, melalui Dinas Pendidikan Nunukan, agar segera menindaklanjuti dengan merenovasi gedung sekolah.
"Mengingat kondisi yang sudah sangat mendesak, sering terjadinya kebocoran saat hujan, serta keterbatasan ruang kelas yang menampung 71 siswa-siswi. Diharapkan adanya perhatian dan dukungan nyata agar proses pendidikan dapat berjalan dengan layak, aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik serta tenaga pendidik," tutupnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT