NUNUKAN - Kelompok Tani Harapan Sejahtera di Kampung Baru, Kelurahan Selisun, melakukan panen perdana. Hasil pertanian hortikultura berupa semangka dan jagung manis membuat kawasan tersebut direncanakan menjadi Kampung Hortikultura.
Bupati Nunukan H. Irwan Sabri saat menghadiri kegiatan panen perdana hortikultura mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong pengembangan sektor pertanian hortikultura. Tak hanya itu, dengan potensi yang ada, wilayah Kampung Baru, Selisun direncanakan menjadi Kampung Hortikultura.
"Apresiasi dan terima kasih saya sampaikan kepada Kelompok Tani Harapan Sejahtera, khususnya Alimuddin bersama seluruh anggota kelompok tani yang terus berupaya mengembangkan sektor pertanian," ucap Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, Jumat (21/8).
Dijelaskan, hasil panen yang diperoleh menjadi bukti bahwa potensi lahan pertanian di wilayah Selisun memiliki prospek yang baik untuk terus dikembangkan. Karena itu, ia berharap pertanian yang dilakukan tidak berhenti pada panen perdana. Tetapi menjadi awal dari peningkatan produksi dan kualitas pertanian secara berkelanjutan.
“Kita ingin pertanian hortikultura semakin maju, produksinya meningkat, kualitasnya semakin baik, dan tentu hasilnya dapat meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani,” jelasnya.
Ia menilai kawasan pertanian di Kampung Baru, Selisun cukup strategis untuk dikembangkan sebagai Kampung Hortikultura. Dengan luas lahan sekitar 13 hektare dan kondisi tanaman yang dinilai baik, kawasan tersebut memiliki potensi untuk menjadi sentra produksi hortikultura di wilayah Nunukan.
Kemudian, terkait permintaan dukungan atas kebutuhan pupuk yang digunakan dalam proses produksi direspons langsung. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung para petani melalui berbagai program.
Termasuk bantuan pupuk dan dukungan lainnya sesuai kebutuhan sektor pertanian. Bahkan, pemerintah daerah menyalurkan bantuan bibit jagung dan cabai rawit kepada kelompok tani. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi sekaligus memperluas komoditas pertanian yang dikembangkan masyarakat.
Sementara, terkait pemasaran hasil pertanian, ia meminta agar produksi petani terlebih dahulu dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Nunukan. Jika kebutuhan lokal telah terpenuhi, hasil produksi selanjutnya dapat dipasarkan ke luar daerah.
“Penuhi dulu kebutuhan masyarakat di Kabupaten Nunukan. Kalau sudah terpenuhi, selebihnya boleh dijual keluar Nunukan. Hasil panen para petani ini sangat laku dan selalu ditunggu oleh pembeli,” tutupnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT