Ribuan Dosis Vaksin PMK Disalurkan, Peternak Nunukan Diminta Waspadai Gejala pada Hewan Ternak

Asrullah RT • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:29 WIB
PENCEGAHAN : Petugas Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, DKPP Nunukan saat memberikan vaksin kepada hewan ternak. 
PENCEGAHAN : Petugas Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, DKPP Nunukan saat memberikan vaksin kepada hewan ternak. 

NUNUKAN - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Nunukan terus berupaya melakukan mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Tercatat, sepanjang 2026, sebanyak 3.700 dosis vaksin PMK telah disalurkan DKPP Nunukan melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan kepada hewan ternak rentan, dengan sasaran utama ternak sapi.

Dokter Hewan DKPP Nunukan, drh. Rhendy Tri Dharmawan L, mengatakan, jumlah vaksin yang tersedia tahun ini terbatas. Karena itu, pelaksanaan vaksinasi diprioritaskan pada wilayah yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap masuk dan menyebarnya PMK.

"Pelaksanaan vaksinasi difokuskan di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik karena kedua wilayah tersebut memiliki aktivitas lalu lintas hewan antarprovinsi," ucap Rhendy.

Dijelaskan, pelaksanaan vaksinasi menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah PMK. Namun, perlindungan terhadap ternak tidak cukup hanya mengandalkan vaksin. Karena itu, peternak perlu meningkatkan kewaspadaan dengan mengenali gejala penyakit sejak dini.

"Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi, keluarnya air liur secara berlebihan dan berbusa, serta munculnya lepuh atau luka pada bagian lidah, gusi, bibir hingga celah kuku. Hewan yang terjangkit juga dapat mengalami penurunan nafsu makan sehingga kondisi tubuh menjadi lemah," jelasnya. 

Pihaknya juga mengimbau peternak segera melaporkan kepada petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) apabila menemukan ternak dengan gejala yang mengarah pada PMK.

Baginya, kewaspadaan peternak menjadi bagian penting dalam memutus potensi penyebaran PMK. Melalui deteksi dini dan penerapan biosekuriti yang baik, risiko penularan penyakit pada ternak di wilayah perbatasan dapat ditekan.

“Langkah pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan vaksin secara rutin, menjaga kebersihan kandang, melakukan penyemprotan disinfektan, serta memisahkan atau mengarantina hewan yang baru datang maupun hewan yang sakit,” pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
hewan ternak pmk nunukan Vaksin PMK ternak