NUNUKAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan terus berupaya mempercepat proses distribusi bantuan logistik untuk warga terdampak bencana di Krayan Selatan. Proses pengiriman yang sebelumnya rute Nunukan-Krayan Selatan kini dialihkan melalui Malinau-Krayan Selatan. Pengalihan rute pengiriman bantuan dilakukan lantaran keterbatasan armada dari Nunukan menuju Krayan Selatan.
Kasubbid Penyelamatan dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Nunukan, Hasanuddin mengatakan, proses pengiriman sudah dilakukan sebelumnya sebanyak dua kali dari Bandara Nunukan.
Kemudian, BPBD Nunukan berkoordinasi dengan operator penerbangan untuk pengiriman selanjutnya. Dan diputuskan pengiriman dialihkan melalui Bandara RA Bessing, Malinau menuju Bandara Long Layu, Krayan Selatan.
"Awalnya bantuan sudah diberangkatkan dua kali flight dari Bandara Nunukan. Karena jadwal penerbangan terbatas. Kami terus berkomunikasi dengan pihak operator agar distribusi tidak terhambat, ucap Hasanuddin, Rabu (5/8).
Dijelaskan, sejak Selasa (4/8), pengiriman dilakukan menggunakan pesawat Smart Aviation tipe Pilatus. Dari Bandara Malinau. Pihaknya menargetkan pengiriman dilakukan sebanyak tujuh kali penerbangan untuk mengangkut bantuan logistik yang sempat tertahan.
"Targetnya tujuh flight dari Malinau. Sebelumnya sudah dua flight dari Nunukan. Jadi total keseluruhan menjadi sembilan penerbangan sampai seluruh logistik tersalurkan," sebutnya.
Dirincikan, setiap penerbangan mengangkut sekitar 600 hingga 700 kilogram bantuan. Termasuk personel BPBD yang mendampingi proses distribusi. Adapun bantuan logistik yang dikirim berupa beras, bahan kebutuhan pokok, sembako, dan susu formula untuk memenuhi kebutuhan warga di wilayah terdampak.
Ia menegaskan, bantuan yang didistribusikan merupakan dukungan BNPB dan Pemkab Nunukan untuk masyarakat Krayan Selatan. Apalagi, akses darat menuju wilayah tersebut hingga kini belum memungkinkan untuk distribusi logistik dalam jumlah besar.
"Untuk penerbangan Rabu (5/8), BPBD masih menunggu hasil inspeksi pesawat Smart Aviation yang dilakukan di Tarakan sebelum kembali melayani rute Malinau–Long Layu. Kami berharap penerbangan dapat segera dilanjutkan setelah inspeksi selesai. Fokus kami memastikan seluruh bantuan secepatnya tiba. Sehingga kebutuhan dasar masyarakat di Krayan Selatan tetap terpenuhi," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT