Petani di Nunukan Terancam Gagal Panen, Usai Banjir Merendam Puluhan Hektare Sawah 

Asrullah RT • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 19:14 WIB
TERANCAM : Banjir yang terjadi pada Senin (3/8) dini hari berimbas pada pertanian warga di sejumlah wilayah di Kecamatan Nunukan. 
TERANCAM : Banjir yang terjadi pada Senin (3/8) dini hari berimbas pada pertanian warga di sejumlah wilayah di Kecamatan Nunukan. 

NUNUKAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan mencatatkan dampak banjir yang terjadi pada Senin (3/8) dini hari tidak hanya merendam pemukiman warga. Tetapi banjir juga berdampak pada puluhan hektare sawah. 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nunukan, H. Asmar mengatakan, berdasarkan hasil kaji cepat BPBD Nunukan, sedikitnya 60 hektare lahan sawah di Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan yang baru ditanami rusak akibat terendam banjir. 

Banjir yang terjadi dikarenakan tingginya curah hujan menyebabkan air meluap ke kawasan persawahan yang baru memasuki masa tanam. Sshingga tanaman padi yang baru ditanam berpotensi mengalami kerusakan.

"Yang terdampak permukiman warga dan sektor pertanian juga cukup besar. Sawah yang baru ditanami terendam cukup lama sehingga berpotensi mengalami kerusakan dan mengganggu produksi petani," kata Asmar.

Sesuai data BPBD Nunukan yang diperoleh di lapangan, lahan sawah yang terdampak tersebar di tiga wilayah. Pertama, di Sei Apuk sekitar 25 hektare. Kedua, di wilayah Binusan sekitar 15 hektare. Ketiga, di wilayah Sei Fatimah sekitar 20 hektare.

"Seluruh lahan merupakan sawah yang baru selesai ditanami. Kondisi baru memasuki masa tanam merupakan fase yang paling rentan. Jika genangan bertahan terlalu lama, kemungkinan besar tanaman akan mati dan petani harus melakukan tanam ulang," ungkapnya.

Ia menegaskan, saat ini tim BPBD Nunukan masih melakukan pendataan bersama perangkat daerah terkait guna memastikan luas lahan yang terdampak. Kemudian, melakukan menghitung potensi kerugian yang dialami petani. 

"Kami ingin seluruh dampak tercatat secara akurat agar menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah penanganan maupun bantuan bagi masyarakat terdampak," tegasnya.

Ia mengimbau petani segera melaporkan apabila terjadi penambahan area sawah yang terendam maupun kerusakan lain akibat banjir agar dapat segera dilakukan pendataan.

"Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula pemerintah dapat menyusun langkah penanganan," pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
petani banjir nunukan pertanian