NUNUKAN - Respons cepat dilakukan atas rusaknya infrastruktur pasca curah hujan yang terjadi di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik. Platdeker mengalami penurunan struktur atau amblas disebabkan hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir.
Camat Sebatik, Hadriyani bersama jajaran Pemerintah Kecamatan Sebatik dan Pemerintah Desa Tanjung Karang meninjau langsung platdeker yang amblas akibat hujan deras. Kondisi ini, berpotensi mengganggu kelancaran arus transportasi dan membahayakan keselamatan masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
"Peninjauan di lapangan guna memastikan tingkat kerusakan infrastruktur, mengidentifikasi faktor penyebab kerusakan, serta berdialog dengan Pemerintah Desa Tanjung Karang dan masyarakat setempat untuk memperoleh informasi mengenai dampak yang dirasakan warga," ucap Hadriyani, Kamis (30/7).
Dijelaskan, hasil peninjauan yang dilakukan akan menjadi dasar dalam laporan resmi ke Bupati Nunukan melalui OPD teknis di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan. Sehingga, penanganan dapat segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan.
"Kami hadir untuk memastikan kondisi di lapangan, infrastruktur yang aman dan layak merupakan kebutuhan dasar masyarakat serta menjadi tanggung jawab bersama untuk dijaga dan dipulihkan," jelasnya.
Lanjutnya, selain melakukan peninjauan, pihaknya juga menginstruksikan agar dilakukan pengamanan sementara di sekitar lokasi kerusakan guna meminimalkan risiko kecelakaan. Serta mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati ketika melintasi area tersebut. Khususnya pada malam hari maupun saat hujan turun.
Ia juga mengapresiasi Pemerintah Desa Tanjung Karang dan masyarakat yang telah sigap melaporkan kondisi kerusakan serta turut menjaga keamanan lokasi. Baginya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi faktor penting dalam percepatan penanganan setiap kejadian yang berpotensi mengganggu pelayanan publik dan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
"Pemerintah Kecamatan Sebatik menegaskan komitmennya untuk terus membangun koordinasi yang erat dengan Pemkab Nunukan agar proses penanganan kerusakan infrastruktur dapat segera direalisasikan. Langkah ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi akses jalan secara optimal. Sehingga mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta aktivitas ekonomi dan pelayanan publik dapat kembali berjalan dengan aman dan lancar," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT