NUNUKAN - Kunjungan kerja dilaksanakan Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (WASEV) Pengendalian Operasi (PJO) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 2026, Brigjen TNI Franky Jan Hardy Watuseke. Lokasi yang disambangi yakni Desa Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat yang merupakan lokasi pelaksanaan TMMD.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan dan evaluasi. Tujuannya, untuk memastikan seluruh sasaran program TMMD ke-129 berjalan sesuai rencana, tepat sasaran dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan.
Ketua Tim Wasev PJO TMMD ke-129, Brigjen TNI Franky Jan Hardy Watuseke, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan TMMD di Kabupaten Nunukan yang dinilai berjalan dengan baik dan menunjukkan keterlibatan aktif seluruh unsur yang terlibat.
“Dari hasil peninjauan yang kami lakukan, pelaksanaan TMMD ke-129 di Nunukan berjalan sangat baik. Saya melihat adanya sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ini merupakan modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang merata di wilayah perbatasan,” ucap Brigjen TNI Franky.
Ia berharap seluruh pekerjaan yang masih berjalan dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai standar yang telah ditetapkan. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hasil pembangunan yang telah diwujudkan melalui program TMMD.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan memiliki peran strategis dalam membuka akses dan meningkatkan aktivitas sosial maupun ekonomi masyarakat.
“Saya berpesan kepada pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Desa Liang Bunyu agar bersama-sama menjaga dan merawat seluruh sarana dan prasarana yang telah dibangun. Apa yang dikerjakan melalui TMMD ini merupakan bentuk kehadiran negara dan perhatian TNI AD dalam mendukung pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Sementara, Pj Sekretaris Daerah Nunukan, Raden Iwan Kurniawan menyampaikan apresiasi kepada Tim Wasev yang telah hadir meninjau langsung pelaksanaan TMMD di Nunukan. Baginya, kehadiran Tim Wasev merupakan bentuk perhatian dan komitmen pimpinan TNI dalam memastikan program TMMD berjalan dengan baik, khususnya di daerah perbatasan seperti Kabupaten Nunukan.
Apalagi, TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, tetapi juga menjadi sarana mempererat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat. “Program TMMD telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung dan memastikan hasil pembangunan ini dapat dijaga, dirawat, serta dimanfaatkan secara berkelanjutan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tambahnya.
Ditempat yang sama, Komandan Kodim 0911/Nunukan, Letkol Inf. Toni Prasetyo, menjelaskan TMMD merupakan program terpadu lintas sektoral yang bertujuan mempercepat pembangunan di wilayah tertinggal, terisolasi, perbatasan serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“TMMD adalah bukti nyata kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari tumbuhnya semangat gotong royong dan meningkatnya kepedulian bersama dalam membangun daerah,” bebernya.
Pada pelaksanaan TMMD ke-129 di Kabupaten Nunukan, sejumlah sasaran fisik dan nonfisik menjadi fokus utama. Sasaran fisik meliputi pembukaan jalan dan pembangunan gorong-gorong, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan MCK, serta perbaikan sarana ibadah.
"Adapun sasaran nonfisik meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, pertanian, perkebunan dan peternakan, sosialisasi rekrutmen calon prajurit TNI AD, hingga edukasi pencegahan stunting," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT