Mobil Pengangkut Sembako Terbalik di Gunung Sebilit, Akses ke Krayan Kembali Jadi Sorotan

Asrullah RT • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 20:14 WIB
AKSES BURUK : Sebuah kendaraan pengangkut Sembako dari Kabupaten Malinau menuju Krayan terbalik di kawasan Gunung Sebilit. 
AKSES BURUK : Sebuah kendaraan pengangkut Sembako dari Kabupaten Malinau menuju Krayan terbalik di kawasan Gunung Sebilit. 

NUNUKAN - Distribusi bahan kebutuhan pokok masyarakat menuju Krayan kembali terganggu usai sebuah kendaraan pengangkut Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dari Kabupaten Malinau terbalik di kawasan Gunung Sebilit. Kecelakaan ini kembali menyoroti beratnya medan yang harus dilalui untuk memasok kebutuhan masyarakat di Krayan.

Atas kejadian itu, sopir dan penumpang dilaporkan tidak mengalami cedera serius. Warga Krayan yang mengetahui kejadian itu kemudian datang memberikan pertolongan dan membantu proses evakuasi kendaraan yang terbalik. 

Tokoh Masyarakat Krayan, Martinus Baru mengatakan, kondisi akses jalan yang belum sepenuhnya memadai sehingga berdampak terhadap proses distribusi logistik ke wilayah Krayan. Menurutnya, distribusi sembako menuju Krayan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan barang, tetapi juga sangat bergantung pada kondisi infrastruktur jalan dan akses transportasi. 

"Ketika jalur darat mengalami hambatan, biaya angkutan dan risiko perjalanan meningkat. Sehingga, berpengaruh terhadap kelancaran pasokan dan harga barang yang diterima masyarakat," ucap Martinus Baru, Minggu (26/7). 

Dijelaskan, kendaraan pengangkut sembako yang melintasi jalur Malinau-Krayan memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Krayan. Sehingga, pihaknya berharap pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan dapat dipercepat agar memberikan akses transportasi yang aman dan lancar bagi masyarakat.

Ia menegaskan, kendaraan pengangkut sembako yang terbalik di Gunung Sebilit seharusnya menjadi perhatian bersama atas kondisi akses menuju Krayan. Sebab, persoalan akses jalan di Krayan tidak hanya menyangkut kepentingan transportasi, tetapi berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Seperti, ketersediaan sembako, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi. 
"Selama akses jalan belum sepenuhnya terbangun dan dapat dilalui secara aman sepanjang waktu, masyarakat Krayan akan tetap menghadapi tantangan mendapatkan pasokan kebutuhan pokok dari wilayah dalam negeri," jelasnya.

Lanjutnya, jalur Malinau-Krayan menjadi salah satu urat nadi mobilitas masyarakat. Namun, kondisi medan yang berat dan sejumlah ruas jalan yang belum sepenuhnya terbangun membuat perjalanan menuju Krayan masih membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

"Bagi masyarakat Krayan, pembangunan jalan bukan sekadar proyek infrastruktur. Jalan menjadi kebutuhan mendasar untuk membuka keterisolasian wilayah dan memastikan masyarakat dapat memperoleh akses yang setara terhadap kebutuhan dasar dan pelayanan pemerintah," tegasnya.

Untuk itu, ia menegaskan percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas akses jalan menuju Krayan merupakan harapan masyarakat. Dengan akses yang baik, distribusi sembako diharapkan dapat berlangsung lancar, aman, dan efisien sehingga masyarakat tidak terus bergantung pada jalur distribusi yang mahal dan berisiko.

"Pembangunan jalan menjadi penghubung antara masyarakat dengan pelayanan publik, ekonomi hingga memperkuat kehadiran negara di perbatasan," tutupnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
nunukan mobil terbalik krayan sembako jalan rusak