Selo Sunyoto mengatakan, ia terkejut ketika melihat kondisi ekor kambing peliharaannya yang putus dan membusuk. Sehingga, meminta pertolongan ke petugas Puskeswan Nunukan Selatan untuk penanganan.
"Saya kaget melihat ekor kambing saya putus dan membusuk. Setelah itu saya langsung menghubungi DKPP agar kambing saya segera mendapat pengobatan," ucap Selo Sunyoto.
Sementara, Dokter Hewan DKPP Nunukan, drh. Rendy Tri Dharmawan L., mengatakan, usai mendapatkan laporan warga, ia bersama tim Bidang Peternakan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kondisi tersebut diduga dipicu sisa cairan pascapersalinan yang masih menempel pada bagian ekor kambing dan tidak dibersihkan.
"Kondisi itu menarik lalat untuk bertelur sehingga telur berkembang menjadi larva yang kemudian memakan jaringan ekor hingga menyebabkan kerusakan serius. Larva yang menetas kemudian memakan jaringan ekor hingga menyebabkan ekor putus," jelas Rendy.
Menurutnya, tim medis segera melakukan penanganan dengan membersihkan luka dari larva dan jaringan yang telah rusak. Selanjutnya dilakukan perawatan luka terbuka serta pemberian obat-obatan berupa antibiotik, analgesik, dan larvasida guna mencegah infeksi lanjutan serta mempercepat proses penyembuhan.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat, khususnya para peternak, agar selalu menjaga kebersihan hewan ternak, kandang, dan peralatan peternakan. Kebersihan yang terjaga menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya penyakit akibat infestasi lalat maupun gangguan kesehatan lainnya.
"Menjaga kebersihan hewan, kandang, dan lingkungan sekitar merupakan upaya pencegahan yang paling efektif untuk mengurangi risiko terjadinya miasis maupun penyakit lainnya pada ternak," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT