0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Dokumen Kontingensi PHEIC Sebatik Difinalisasi, Perkuat Kesiapsiagaan Wilayah Perbatasan

Asrullah RT • Jumat, 10 Juli 2026 | 19:58 WIB
PENYELESAIAN : Perwakilan pemerintah daerah, instansi vertikal, aparat keamanan, pengelola pelabuhan, dan fasilitas kesehatan membahas Finalisasi dokumen rencana kontingensi kesiapsiagaan menghadapi PHEIC. 
PENYELESAIAN : Perwakilan pemerintah daerah, instansi vertikal, aparat keamanan, pengelola pelabuhan, dan fasilitas kesehatan membahas Finalisasi dokumen rencana kontingensi kesiapsiagaan menghadapi PHEIC. 

NUNUKAN - Finalisasi dokumen rencana kontingensi kesiapsiagaan menghadapi Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) di wilayah perbatasan Sebatik dilakukan. Ini merupakan langkah memperkuat respons lintas sektor terhadap potensi kedaruratan kesehatan masyarakat. 

Proses finalisasi dilakukan dalam rapat yang diikuti perwakilan pemerintah daerah, instansi vertikal, aparat keamanan, pengelola pelabuhan, dan fasilitas kesehatan yang berlangsung di Aula Garuda Perkasa, Kantor Camat Sebatik Utara, Kamis (9/7).

Camat Sebatik Utara, Andi Calo mengatakan, finalisasi penyusunan dokumen rencana kontingensi kesiapsiagaan menghadapi PHEIC dilakukan.  Tujuannya untuk kesiapsiagaan menghadapi potensi kedaruratan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama.

"Melalui kegiatan ini, kita berharap tersusun dokumen dan skenario yang jelas serta terukur sehingga setiap pihak memahami peran dan tanggung jawabnya apabila terjadi keadaan darurat kesehatan," ucap Andi Calo, Jumat (10/7). 

Kemudian, Kepala KUPP Kelas III Sungai Nyamuk, Syaharuddin menekankan pentingnya penguatan infrastruktur dan koordinasi antarinstansi di Pelabuhan Sungai Nyamuk sebagai gerbang utama perbatasan. 

“Pelabuhan merupakan pintu gerbang ekonomi sekaligus garda terdepan pengawasan kesehatan di wilayah perbatasan. Karena itu, penguatan infrastruktur dan sinergi antarinstansi harus terus ditingkatkan,” pesannya.

Kemudian, Kepala Subbidang Fasilitasi Pelayanan Lintas Batas Negara, Martinus Reta menegaskan, penyusunan rencana kontingensi merupakan kebutuhan yang harus dibangun bersama. Sehingga, upaya deteksi dini dapat dilakukan

"Dokumen ini menjadi pedoman operasional bersama untuk memperkuat deteksi dini, koordinasi dan respons terhadap ancaman kesehatan lintas batas," katanya.

Ditempat yang sama, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Tarakan, dr. Aryanti mengapresiasi keterlibatan aktif seluruh peserta. Ia berharap dapat terbangun sinergi dan komitmen seluruh pihak dalam mewujudkan sistem kesiapsiagaan kesehatan yang responsif, terkoordinasi dan mampu melindungi masyarakat dari ancaman kedaruratan kesehatan yang berpotensi menjadi perhatian dunia internasional.

"Dokumen yang disusun diharapkan mampu menjadi acuan yang jelas dalam pembagian peran, mekanisme koordinasi, serta langkah-langkah cepat dan terpadu saat menghadapi kedaruratan kesehatan masyarakat di pintu masuk negara," pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#perbatasan #nunukan #sebatik