NUNUKAN - Desa Aji Kuning kembali dikepung banjir setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Sebatik Tengah, Minggu (14/6). Air menggenangi rumah warga, kawasan usaha dan akses jalan utama, memicu gangguan aktivitas masyarakat.
Selain karena intensitas hujan tinggi, genangan air yang masuk ke pemukim warga diperparah dengan pasang air laut. Kondisi ini bukan pertama kalinya terjadi. Tetapi terjadi setiap hujan deras bertepatan dengan pasang laut.
Kepala Desa Aji Kuning, Syarifuddin mengatakan, terkait kondisi ini, pemerintah desa memiliki keterbatasan dalam menangani persoalan secara menyeluruh. Karena itu, dukungan pemerintah daerah hingga Pemerintah Pusat dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar penanganan banjir dapat dilakukan secara efektif.
"Di tengah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), Pemerintah Desa Aji Kuning juga menghadapi kendala dalam melakukan normalisasi drainase maupun pembangunan sistem pengendalian banjir berskala besar," ucap Syarifuddin, Minggu (14/6).
Dijelaskan, beberapa wilayah yang kerap terdampak cukup parah yakni Jalan Mulawarman RT 11 dan RT 12, Jalan Pangkalan RT 04, Jalan Perbatasan RT 05, Jalan Kampung Rambutan RT 06, Jalan Pasar Minggu RT 10, serta Jalan Sejahtera RT 12.
"Dampak banjir tidak hanya dirasakan pada sektor permukiman. Aktivitas ekonomi masyarakat ikut terganggu karena akses transportasi menjadi terbatas. Kawasan pertokoan dan sejumlah fasilitas umum juga terdampak genangan," jelasnya.
Sementara Wakil Ketua BPD Aji Kuning, Asdar menilai persoalan banjir yang terjadi saat ini diakibatkan berbagai faktor. Seperti kapasitas drainase yang terbatas, kondisi topografi wilayah yang rendah serta pengaruh pasang surut air laut membutuhkan solusi yang lebih komprehensif dan terencana.
Baginya kondisi ini tidak lagi cukup ditangani melalui kegiatan gotong royong semata. "Kerja bakti warga memang penting untuk mengurangi sumbatan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan. Tetapi, banjir di Desa Aji Kuning telah berkembang menjadi persoalan struktural yang membutuhkan penanganan infrastruktur dalam skala lebih besar," bebernya.
Menurutnya, persoalan banjir telah menjadi pembahasan dalam sejumlah pertemuan. Rapat yang diinisiasi BPD Aji Kuning beberapa waktu lalu menerima sejumlah usulan strategis. Mulai dari pembangunan drainase primer berkapasitas besar yang terhubung langsung ke laut, normalisasi saluran yang mengalami pendangkalan hingga peningkatan kualitas jaringan drainase di kawasan padat penduduk.
"Masyarakat berharap berbagai usulan tersebut tidak berhenti pada tahap perencanaan. Warga menginginkan langkah konkret berupa program penanganan banjir yang terintegrasi, berkelanjutan dan berorientasi jangka panjang. Sebab, banjir dikhawatirkan akan terus menjadi ancaman tahunan," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT