NUNUKAN - Rumah produksi tempat pembakaran batu bata merah milik Muhammad Sidik (32), yang berada di Jalan Ujang Dewa RT 08, Nunukan Selatan, terbakar. Peristiwa kebakaran ini terjadi pada Rabu (3/6) siang.
Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Nunukan, Wahyudi Kawariyin mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh, kejadian bermula diakibatkan tiang utama penyangga atap terbakar saat proses pembakaran batu bata berlangsung.
"Akibat konstruksi atap ambruk lalu menimpa tempat pembakaran batu bata. Karena kondisi ini kebakaran tidak terhindarkan. Kemudian, atap rumah produksi batu bata tersebut, terbuat dari material yang mudah terbakar. Alhasil, kobaran api dengan cepat menyala dan membesar," ucap Wahyudi, Rabu (3/6).
Dijelaskan, personel yang mendapatkan laporan kebakaran langsung diterjunkan ke lokasi. Kemudian, petugas yang tiba di lokasi melakukan tindakan pemadaman. "Sampai di TKP kejadian, petugas langsung menggelar selang dan menghidupkan mesin untuk melakukan penyemprotan," jelasnya.
Dijelaskan, proses pemadaman setidaknya kurang dari sepuluh menit api berhasil dikendalikan. Selanjutnya, dilakukan upaya pendinginan material yang ada. Dan memastikan tidak ada bara api yang tersisa.
"Untuk kebakaran ini, kami menurunkan dua unit mobil pemadam kebakaran. Tidak ada korban luka atau pun jiwa pada peristiwa ini," bebernya.
Sedangkan kerugian materi akibat kebakaran diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Dan pihaknya juga menginginkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan akan musibah kebakaran yang beberapa hari terakhir terjadi.
"Kami himbau kepada seluruh warga, tetap waspda terhadap datangnya musibah kebakaran, terutama yang diakibatkan oleh faktor kelalaian manusia," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT