Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Emas Perhiasan Masih Jadi Pendorong Utama, Segini Inflasi Tahunan Nunukan Mei 2026,

Asrullah RT • Rabu, 3 Juni 2026 | 14:47 WIB
Kepala BPS Kabupaten Nunukan Dr. Iskandar Ahmaddien 
Kepala BPS Kabupaten Nunukan Dr. Iskandar Ahmaddien 

NUNUKAN - Kondisi ekonomi regional terus mengalami pergerakan harga pada Mei 2026 berdasarkan data milik Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan. Sebab, secara umum, harga berbagai komoditas masih menunjukkan tren kenaikan dengan tingkat inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 2,03 persen. Angka ini didasarkan pada kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,89 pada Mei 2025 menjadi 111,1 pada Mei 2026.

Kepala BPS Kabupaten Nunukan Dr. Iskandar Ahmaddien mengatakan, berdasarkan analisis kelompok pengeluaran, kenaikan inflasi tahunan terjadi karena adanya kenaikan harga yang tercermin dari naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. 

Seperti, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya tercatat kenaikan tertinggi hingga 7,79 persen, diikuti kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 5 persen. Kemudian, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga naik sebesar 2,53 persen.

Beberapa kelompok lain yang turut memberikan andil inflasi antara lain. makanan, minuman dan tembakau naik 1,56 persen. Transportasi juga naik 1,09 persen. Selanjutnya, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 0,95 persen. Dan kesehatan naik 0,56 persen.

"Sementara, pada kelompok lainnya seperti kelompok pendidikan justru menjadi satu-satunya kelompok yang mengalami penurunan indeks atau deflasi sebesar 0,03 persen," ucap Kepala BPS Kabupaten Nunukan Dr. Iskandar Ahmaddien, Rabu (3/6). 

Dan komoditas pendorong inflasi berdasarkan komoditas spesifik, emas perhiasan menjadi penyumbang andil inflasi tahunan (y-on-y) tertinggi mencapai 0,38 persen. Di sektor pangan dan jasa, komoditas seperti beras 0,29 persen, nasi dengan lauk 0,24 persen dan tomat 0,23 persen juga memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan harga. 

Selain itu, kenaikan harga komoditas seperti sigaret kretek mesin (SKM), daging ayam ras, hingga kontrak rumah turut memperkuat tekanan inflasi tahunan di wilayah ini.

"Kondisi bulanan dan tahun kalender meskipun inflasi tahunan meningkat, data BPS menunjukkan adanya deflasi secara month-to-month (m-to-m) sebesar 0,03 persen pada Mei 2026. Hal ini mengindikasikan adanya penurunan harga komoditas tertentu jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Sementara itu, tingkat inflasi tahun kalender year-to-date/y-to-d berada di angka 1,61 persen," rincinya. 

Selanjutnya, sebagai komoditas penyumbang utama terhadap deflasi bulanan (m-to-m), komoditas beras justru memberikan andil negatif atau deflasi bulanan yang cukup meredam gejolak harga komoditas lainnya.

Dengan kondisi ini, kelompok pengeluaran seperti makanan, minuman, dan tembakau tetap menjadi perhatian utama karena memiliki andil inflasi y-on-y sebesar 0,62 persen, yang didorong kuat oleh subkelompok rokok dan tembakau 2,42 persen serta subkelompok makanan 1,51 persen. 

"BPS juga mencatat kenaikan pada biaya kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, rekreasi, olahraga, dan budaya hingga pakaian dan alas kaki yang meskipun kecil, tetap berkontribusi pada pergerakan IHK di Kabupaten Nunukan," pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#nunukan #inflasi #emas #bps #badan pusat staristik