NUNUKAN - Mobilisasi orang dan barang dari Long Bawan, Kecamatan Krayan menuju Kecamatan Krayan Selatan kian memprihatinkan. Bagaimana tidak, seharusnya, waktu tempuh hanya 1 hingga 2 jam kini harus dilalui hingga berhari-hari.
Kondisi ini disampaikan Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli. Saat ini di wilayahnya kondisi kemarau selama sepekan terakhir. Namun, situasi ini belum mampu memulihkan akses transportasi darat. "Selain ruas jalan yang rusak, sejumlah jembatan ambruk dan beberapa titik mengalami longsor sehingga kendaraan sulit melintas," ucap Oktavianus Ramli, Selasa (2/6).
Diceritakan, baru-baru ini mobilisasi kebutuhan masyarakat dari Long Bawan menuju Long Layu dilakukan. Dan untuk sampai ke Krayan Selatan dua kendaraan harus menempuh perjalanan hingga sepekan lamanya.
"Pada 26 Mei lalu ada dua mobil yang berangkat dari Long Bawan menuju Long Layu membawa BBM
(bahan bakar minyak) untuk PLN dan sembako bagi masyarakat Krayan Selatan. Baru tiba kemarin sore setelah menempuh perjalanan selama tujuh hari," kisahnya.
Ia menegaskan, distribusi BBM untuk pembangkit listrik serta kebutuhan pokok masyarakat di Krayan Selatan mengalami kendala serius akibat kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan. Dan keterlambatan distribusi BBM menjadi persoalan yang sangat krusial.
Hal ini dikarenakan berkaitan langsung dengan operasional pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang melayani wilayah Krayan Selatan. Apalagi, stok BBM untuk dua unit PLTD di Krayan Selatan diperkirakan hanya mampu bertahan beberapa hari ke depan.
Jika pasokan kembali terlambat, layanan kelistrikan berpotensi terganggu. "Kalau PLN tidak beroperasi karena tidak ada BBM, maka seluruh aktivitas bisnis juga lumpuh. Jaringan tower Telkom juga tidak akan aktif karena bergantung pada pasokan listrik," ungkapnya.
Selain BBM, distribusi kebutuhan pokok masyarakat juga ikut terdampak. Kendaraan pengangkut barang harus menghadapi medan berat dengan kondisi jalan yang rusak parah. Sehingga waktu tempuh menjadi berlipat ganda.
"Pemerintah Kecamatan Krayan Selatan berharap penanganan infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak dapat segera dilakukan agar distribusi logistik, BBM, dan kebutuhan masyarakat tidak terus mengalami hambatan," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT